MUI: Shaf Salat Berjamaah Kembali Dirapatkan

Asrorun Niam Sholeh (ist)

JAKARTA—Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam untuk kembali merapatkan shaf salat berjamaah.

Imbauan ini dikeluarkan setelah pemerintah melakukan beberapa penyesuaian aturan setelah menurunnya tren kasus Covid-19 di Indonesia.

Pemerintah melakukan pelonggaran aktivitas masyarakat, termasuk pelonggaran untuk transportasi umum seperti pesawat terbang dan kereta api. Aktivitas olah raga juga sudah dimungkinkan dihadiri penonton dengan kapasitas 100 persen.

Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh menyatakan, pelonggaran tersebut sebagai tindak lanjut atas kondisi wabah yang sudah menunjukkan tren menurun. Dengan demikian, akativitas ibadah salat jamaah juga dapat dilaksanakan dengan merapatkan shaf, tanpa berjarak. “Fatwa tentang kebolehan perenggangan shaf ketika salat, itu merupakan rukhshah atau dispensasi karena ada udzur mencegah penularan wabah. Dengan melandainya kasus serta adanya pelonggaran aktivitas sosial, termasuk aturan jaga jarak di dalam aktifitas publik, maka udzur yang menjadi dasar adanya dispensasi sudah hilang. Dengan demikian, salat jamaah kembali pada aturan semula, dirapatkan. Merapatkan shaf saat berjamaah dengan tetap menjaga kesehatan,” ujar Asrorun Niam Sholeh kepada wartawan, Rabu (9/3/2022) yang dikutip dari www.mui.or.id

BACA JUGA :  LMND Kritik BPJS dan Dishubkominfo

Lebih lanjut Niam menjelaskan, demikian juga aktivitas pengajian di masjid dan perkantoran dapat kembali dilaksanakan dengan tetap disiplin menjaga kesehataan.

BACA JUGA :  Rp 1,5 Miliar Untuk Forum Anak Nasional

Untuk itu, tambah Niam, umat Islam diminta mengoptimalkan persiapan pelaksanaan ibadah Ramadan dengan khusyu dan semarak, tetapi tetap disiplin dalam menjaga kesehatan. “Sebentar lagi kita akan memasuki Ramadan, untuk itu umat Islam perlu mempersiapkan diri lahir batin sebaik-baiknya. Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah dan syiar keagamaan serta membangun solidaritas sosial. Kita optimalkan syiar tetapi tetap waspada dan disiplin menjaga kesehatan,” kata dia. (rl/Saddam/ Nashih/mui)