Muhammad Fery Adrian DJ Termuda di Indonesia Asal NTB

Muhammad Fery Adrian DJ Termuda di Indonesia Asal NTB
PRESTASI: Fery Muhammad bersama ayahnya saat memperlihatkan penghargaan yang ia raih di sejumlah lomba DJ, belum lama ini. (M Haeruddin/Radar Lombok)

Muhammad Fery Adrian atau yang akrab dipanggil DJ Fery Muhammad masih belia. Namun sederet prestasi berhasil ditorehkannya.  Baru- baru ini ia mendapat predikat  Disjoki atau Disc Jockey  (DJ)  termuda se-Indonesia.


M Haeruddin– Mataram


Fery  saat ini duduk di kelas VIII di SMPN 15 Mataram. Dia  merupakan sosok remaja  pendiam.

Putra pertama  dari pasangan Haryono dan Heny Romdiati yang saat ini tinggal di Kelurahan Dasan Agung Baru Kecamatan Selaparang Kota Mataram.

Di balik sosoknya itu, Fery menyimpan bakat memainkan  memilih dan memainkan rekaman suara atau musik yang telah direkam sebelumnya pada  media diska atau cakram. Karena keterampilannya itu pula,  dia banyak menyabet prestasi.  Bahkan dalam sebulan menyabet dua prestasi diraih.

Prestasi yang ia raih diantaranya DJ Battle 2nd Place  pada bulan Maret 2017 lalu. Selain itu ia mendapat juara favorit di Indonesia Disc Jockey Champions 2016 yang diselenggarakan di Hotel Destun Kuta, Bali pada 8 April lalu. Selanjutnya, ia kembali meraih  juara pada  AS A Champion DJ Competition  EOWZ yang digelar di Grand Istana Rama Hotel, Kuta Bali pada 22 April lalu.

Menurut Fery, prestasi yang ia raih  saat ini tidak terlepas dari dukungan orang tua terutama  sang ayah yang selalu membimbingnya. Ia menceritakan awal mula mengenal  DJ 2 tahun lalu. Ketika ia masih kelas VI SD ia meminjam handphone milik ayahnya. Ia lantas menemukan permainan   DJ tersebut.”Dari handphone itulah saya mulai tertarik dengan DJ,”ungkapnya ketika ditemui di kediamanya, belum lama ini.

Fery  tidak pernah menyangka  bahwa akan mendapat banyak mendapat prestasi. Karena menjadi DJ hanya sekedar hobi semata. Selama ini, ia justru lebih senang bermain drum.”Kalau musik yang lain saya dari TK senangnya bermain drum. Bahkan saat TK dulu saya sudah dibelikan drum sama bapak,”ujarnya.

Membuktikan keseriusannya menjadi  DJ itu, Feryakhirnya membulatkan tekad untuk kursus DJ di Bongkies DJ School  milik teman ayahnya. ”Di tempat itu 2 tahun   lalu saya banyak belajar hingga akhirnya saya bisa mengikuti lomba dan mendapat juara,”ungkapnya.

Kesibukanya di tempat kursus tersebut tidak sedikitpun mengganggu  sekolahnya. Ia yang saat itu masih duduk di bangku kelas VII masuk sekolah siang. Pada pagi hari sebelum sekolah, ia terlebih dahulu kursus.”Kalau sekarang saya sudah selesai kursus dan menjadi guru DJ,”ujarnya.

Fery memilih menjadi DJ karena  dianggap bisa menghibur masyarakat. Namun diakui ada persepsi masyarakat jika DJ tidak lepas dari hura-hura hiburan malam. Karena itu, dia bertekad  membuktikan bahwa tidak semuanya DJ identik dengan orang- orang nakal. ”Banyak saya dengar kalau  DJ banyak yang nakal dan itu saya akan buktikan bahwa tidak semuanya  DJ nakal tapi  DJ itu penghibur orang lain,”tambahnya.

Ada satu harapan Fery, bisa unjuk kemampuan di level internasional. Karena itu, dia tengah merintis agar bisa tampil even-even internasional. ”Saya sih pengenya hingga internasional biar bisa mengharumkan nama baik NTB  dan Indonesia,”tambahnya.

Sementara itu Haryono selaku ayah dari Muhammad Fery Adrian menyampaikan   apa yang anaknya lakukan saat ini sangat didukung. Bahkan setelah Haryono mengetahui anaknya suka terhadap DJ, ia berusaha untuk mencarikannya alat musik tersebut.”Awalnya dulu ada teman yang memiliki alat musik tersebut dan digadai. Saya tebus itu alatnya namun hanya seminggu ditebus lagi sama pemiliknya,”ungkapnya.

Tidak  lama datang teman Haryono dari Bali dan  mendirikan  sekolah DJ di Kota Mataram. Dia lalu mengikutsertakan Fery  belajar DJ di sekolah itu.” Sekarang (Fery)  sudah menjadi guru DJ,”tambahnya.

Fery saat ini menginjak usia remaja. Karena itu, Haryono selalu berusaha tetap mendampingi Fery saat pentas. Dia selalu mengingatkan anaknya   bahwa kendati DJ identik dengan hiburan malam namun disatu sisi  anaknya harus bisa merubah imej. ”Anak  saya sering mainnya pas acara di masyarakat. Kalau main di kafe saya temani karena dia masih remaja,”ujarnya.

Terpisah wakil kepala SMPN 15 Mataram, Sukarno  mengatakan  dirinya  tidak mengetahui Fery   berprestasi di bidang DJ. Selama ini, Fery tidak menginformasikan  ke sekolah jika mengikuti lomba atau meraih prestasi. Praktis, sekolah tidak mengetahuinya.  ”Sampai sekarang belum ada lalporan, tapi kalau memang benar maka kami sangat mengapresiasi hal tersebut karena bisa mengharumkan nama baik sekolahnya,”katanya.(*)