Muhammad Akri Dikabarkan Lebih Dikehendaki DPP PPP

DOK/RADAR LOMBOK (Muhammad Akri)

MATARAM–Sekretaris DPW PPP NTB Muhammad Akri kabarnya lebih dikehendaki oleh Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa untuk memimpin DPW PPP NTB. Hal itu disampaikan Suharso dalam rapat pimpinan nasional (rapimnas) PPP di Jakarta, Sabtu (13/3) lalu. “Dalam Rapimnas, Pak Ketum (Suharso Monoarfa) menyampaikan lebih menghendaki Pak Akri jadi Ketua DPW PPP NTB,” kata salah satu Ketua DPC PPP yang enggan dikorankan namanya, Senin (15/3) kemarin.

Dengan lebih dikehendakinya Akri sebagai Ketua DPW, itu berpotensi mengubah peta politik di tubuh PPP, mengingat ada 8 DPC yang mendukung Muzihir. “Semua bisa berubah kalau sudah ada arahan DPP,” imbuhnya.

Sementara itu, Muhammad Akri membenarkan bahwa DPP lebih mendukung dirinya untuk menjadi Ketua DPW PPP NTB. “Saya sudah memperoleh restu dari Pak Ketum. Dan itu sudah disampaikan di rapimnas,” imbuhnya.

Dengan adanya dukungan dari DPP itu, kian menambah keyakinan Akri untuk tetap maju di Muswil dalam perebutan kursi Ketua PPP NTB. “Ini tentu menambah keyakinan saya tetap maju di Muswil,” terangnya.

Lebih lanjut, Akri menyampaikan bahwa dalam rapimnas itu DPP sudah menetapkan dan mengesahkan petunjuk organisasi (PO) terkait aturan dalam pelaksanaan Muswil. Dalam PO itu diatur bahwa dalam proses pemilihan ketua DPW di Muswil dan ketua DPC di Muscab menggunakan sistem tim formatur yang terdiri dari lima orang yakni DPP, DPW, dan tiga unsur DPC.

Tim formatur itu nanti, bermusyawarah mufakat untuk memilih dan menetapkan ketua DPW dan DPC kabupaten/kota. Terkait persyaratan mundur dari anggota dewan, aturan itu kata Akri urung dimasukkan dalam PO.  Kendati begitu, Akri menegaskan bahwa ada atau tidaknya aturan itu ia tetap konsisten maju. “Jikapun saya diminta mundur agar bisa lebih fokus urus partai, saya siap,” pungkas Anggota Komisi II DPRD NTB ini. (yan)