MUDA Siapkan Suntikan Modal untuk Pedagang Kecil

BERBINCANG: Calon wali kota Mataram nomor urut 3, Badruttama Ahda saat berbincang dengan salah seorang pedagang jagung asongan. Dalam kesempatan itu, Ahda sekaligus bicara soal bagaimana pengembangan ekonomi kreatif. (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Mataram nomor urut 3, H Lalu Makmur Said dan Badruttama Ahda (MUDA) berjanji siap mengembangkan ekonomi kreatif. Janji diutarakan langsung calon wakil wali kota Mataram, Badruttama Ahda dengan turun langsung ke lapangan.

Ustad Ahda, panggilan akrab Badruttama Ahda, turun langsung bersama timnya ke lapangan untuk melihat potensi pengembangan ekonomi kreatif. Ahda melihat langsung bagaimana keluh kesah dan kehidupan nyata pedagang kecil mempertahankan usahanya. Dengan keterbatasan modal dan bahan baku, mereka masih bisa eksis untuk menjalankan usaha di tengah persaingan dengan pasar modern.

Dalam hal ini, pasangan MUDA tak hanya akan mengembangkan ekonomi kreatif yang dilakukan masyarakat umum. Tapi juga akan mendorong kepada kawula milenial untuk melahirkan produk baru. “Ekonomi kreatif dan usaha kecil jadi salah satu kunci utama dalam mendorong dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Ahda saat berbincang dengan salah satu pedagang jagung asongan, kemarin.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kreatif akan berkontribusi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pemerintah perlu memberikan perhatian serius bagi pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat. Tanpa dukungan ekonomi kreatif dan usaha kecil dan menengah (UMKM) dikelola masyarakat, maka ekonomi masyarakat tidak akan bergerak ke mana-mana dan stagnan.

Sebab itu, sambung dia, penciptaan lapangan kerja dengan dukung dan dorong tumbuh para entrepreneur muda di Kota Mataram, pasangan MUDA siap memberikan bantuan permodalan untuk tumbuh dan berkembang ekonomi kreatif dan usaha kecil dan menengah masyarakat. “Ini jadi salah satu program prioritas MUDA di bidang ekonomi,” terang alumni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir tersebut.

Namun demikian, lebih lanjut Ahda berujar, kesulitan admisintrasi sering kali jadi momok untuk tumbuhkembang ruang ekonomi kreatif. Karena itu, Mataram juga memerlukan semangat Mataram Mudah. Yaitu reformasi pelayanan publik dengan inovasi satu pintu. “Apalagi teknologi dan digitalisasi sekarang sudah begitu maju. Dengan begitu, pelayanan bisa lebih cepat dan tepat,” tandasnya.

Dia memastikan tumbuhkembang ruang ekonomi kreatif dilakoni warga tetap harus memenuhi aspek pelestarian lingkungan. Kota Mataram sebagai ibu kota Provinsi NTB diakui memiliki sangat sedikit sumber daya alam yang dapat menjadi andalan. Selain pesisir pantai di bagian barat, maka taman-taman kota menjadi andalan satu-satunya untuk memberikan ruang terbuka hijau. Untuk itu, pembangunan berbasis lingkungan menjadi penting. “Harus ada Prakarsa Mataram. Ini untuk penyehatan lingkungan, pembangunan berbasis lingkungan. Kami siap menyediakan bantuan berupa dana kepada setiap Kepala Lingkungan se-Kota Mataram untuk mendukung upaya ini,” jelasnya.

Selain itu, tambah Ahda, dengan semangat muda, paslon nomor urut 3
menawarkan konsep Mataram Betabik sebagai landasan pembangunan karakter. Pasalnya, pembangunan infrastruktur tanpa diimbangi karakter masyarakat yang kuat dinilai tidak akan membawa Mataram mencapai visinya. “Dengan Mataram Betabik, kita bangun Mataram yang berakhlaq dan berbudaya. Antara lain pembangunan karakter masyarakat melalui revitalisasi kearifan lokal dan spiritual yang berkesinambungan,” lugasnya. (adv)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaMahasiswa UGR Protes Denda SPP
Berita berikutnyaRektor Unram Ajak Mahasiswa Bahas UU Cipta Kerja Bersama Pakar