MUDA Siap Adu Gagasan dan Program

ADU GAGASAN DAN PROGRAM : Pasangan calon wali kota dan wawali kota Mataram nomor urut 2, Makmur-Ahda (MUDA) siap adu gagasan, konsep dan program dengan kandidat lainnya. AHMAD YANI/RADAR LOMBOK

MATARAM – Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Mataram nomor urut 3, Lalu Makmur Said dan Badruttaman Ahda (MUDA) memastikan diri siap adu ide, gagasan dan program dalam membangun, memajukan dan meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat di kota Mataram.“Kita siap adu konsep, gagasan dan program dengan kandidat lainnya,” kata calon wali kota Mataram, Lalu Makmur Said didampingi calon wakil wali kota Mataram, Badruttaman Ahda, kemarin.

Diungkapkan, dengan mewujudka kota Mataram yang Maju, Religius dan Berbudaya yang sesuai dengan amanah dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) 2005-2025. Kemudian, hal itu akan diteruskan dalam enam visi pasangan MUDA. Yakni, pertama, kota Maju. kedua, kota Sehat dan Cerdas,

ketiga, kota Hijau, keempat, kota Bersih dan Melayani, kelima, kota Berakhlak, dan keenam, kota Siaga. “Inilah konsep, gagasan dan program siap diikhtiarkan oleh paslon MUDA, jika diamanahkan oleh masyarakat kota Mataram pada tanggal 9 Desember,” ucap mantan sekda kota Mataram tersebut.

Oleh sebab itu, dia memastikan pasangan MUDA siap untuk adu konsep, gagasan dan program, jika nanti KPU sebagai penyelenggara pilkada menggelar debat antar paslon bertarung di pilkada kota Mataram. Baginya, dengan pelaksanaan debat akan digelar oleh KPU sebagai sarana dan penilaian bagi publik untuk melihat pemikiran dan gagasan calon menanggapi suatu persoalan atau isu berkembang.

Dengan begitu, publik akan bisa memberikan penilaian dan sekaligus bisa menguji sejauhmana ide, program dan konsep ditawarkan paslon bisa direalisasikan. Sehingga masyarakat tahu apakah pasangan tersebut memiliki ide atau tidak.“Debat ini menjadi kesempatan baik bagi masyarakat maupun bagi pasanga calon. Melalui debat ini, paslon bisa memaparkan gagasan, visi misi dan programnya, sementara bagi masyarakat bisa mengenal calon yang sesuai harapan mereka,” ungkap Makmur.

Baginya, dengan paslon MUDA siap adu konsep, ide, gagasan dan program sebagai konsekuensi dari pencalonan pihaknya di pilkada. Debat bagi Makmur bukan persoalan kalah menang dalam berdialog atau bicara. Tetapi lebih pada menyampaikan apa gagasan dan pemikiran yang dimiliki pasangan calon untuk menyelesaikan masalah atau pun membangun Kota Mataram. Sehingga, semakin banyak debat yang diselenggarakan KPU menurutnya tidak masalah.“Kembali lagi itu baik untuk masyarakat dan paslon,” terangya.

Yang terpenting dalam debat harus secara substansial membahas semua persoalan yang memang dihadapi Kota Mataram saat ini. Materi debat harus relevan agar benar-benar menghadirkan solusi atas setiap permasalahan yang terjadi di Kota Mataram. Termasuk mengupas ide dan gagasan yang dimiliki setiap pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Mataram.

Senada dengan itu, calon wakil wali kota, Badruttaman Ahda menegaskan, pada prinsipnya, paslon MUDA sudah siap adu debat kandidat lainnya untuk menguji dan mengukur sejauhmana konsep, ide, gagasan dan program ditawarkan oleh masing-masing paslon kepada masyarakat pemilih. Dengan adu debat tersebut, publik punya referensi cukup dan memadai terkait kualitas, kompetensi dan kapasitas paslon dalam menawarkan visi misi dan program kerja yang hendak dilakukan jika terpilih di pilkada 9 Desember.

Selain itu, dengan debat itu pihaknya ingin memperkuat keyakinan publik bahwa paslon MUDA, sudah mempersiapkan berbagai program, konsep dan gagasan terkait kepentingan publik. “Tentunya, ide dan program itu kita konkretkan jika paslon MUDA diamanahkan oleh masyarakat kota Mataram,” pungkas alumni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir tersebut.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Mataram, Dr Saipul Hamdi memberikan apresiasi terhadap paslon MUDA berani adu gagasan, konsep dan program. Menurutnya, ideal paslon bertarung di pilkada tidak hanya jual tampang, dalam bentuk baliho maupun alat sosialisasi kampanye bertebaran di berbagai sudut wilayah.

Namun terpenting bagi publik, mereka bisa memahami dan mengupas berbagai visi misi dan program ditawarkan para paslon.

Dengan begitu, publik punya tolak ukur dan referensi memadai dalam menentukan siapa kandidat punya kualitas, berpengalaman dan terbukti bisa mengkonkritken program dan ide tersebut. “Saya kira adu pogram dan visi misi antar kandidat ini, punya pengaruh signifikan dalam menentukan pilihan sikap pemilih,” pungkasnya.(adv)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaReaktif Covid-19, Anggota Bawaslu Meninggal Dunia
Berita berikutnyaPerusahaan Wajib Lindungi Pekerja Melalui Jaminan Sosial