MUDA Bakal Wujudkan Digitalisasi Pelayanan Publik

KOMITMEN: Paslon wali kota dan wakil wali kota Mataram nomor urut 3, H Lalu Makmur Said dan Badruttamam Ahda (MUDA) berkomitmen mewujudkan pelayanan digital jika terpilih menjadi kada Kota Mataram. (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Mataram nomor urut 3, H Lalu Makmur Said dan Badruttamam Ahda (MUDA) berencana mewujudkan digitalisasi pelayanan publik di lingkup Pemkot Mataram, jika terpilih kelak.

Dengan digitalisasi pelayanan publik itu, dipastikan akan lebih memudahkan dan memperpendek arus pelayanan birokrasi bagi masyarakat di Kota Mataram. Hal itu disampaikan calon wakil wali kota Mataram nomor urut 3, Badruttamam Ahda, kemarin.

Menurutnya, pelayanan publik memiliki fungsi yang sangat serius. Bila pelayanan publik tidak berfungsi secara maksimal, maka aktivitas masyarakat di kota bisa terhambat. “Pelayanan publik itu adalah persoalan yang serius. Kita harus berinovasi dan memaksimalkan fungsi dari pelayanan publik. Sebab kalau terjadi gangguan di situ (pelayanan publik), aktivitas masyarakat di kota bisa terhambat,” ungkapnya.

Ahda juga menjelaskan sebuah program dari Mataram Mentereng yang termaktub dalam 5 ikhtiar pembangunan bernama Mataram Mudah. Mataram Mudah adalah program yang memastikan hak pelayanan publik bagi masyarakat terpenuhi dan berjalan mudah, tanpa perlu melewati proses birokrasi yang rumit. 

Nantinya, layanan publik yang diprogramkan oleh Mataram Mudah akan terwujud dalam bentuk bangunan mall pelayanan publik dan akan dilakukan pengembangan digital demi mendukung kemudahan-kemudahan lain di sektor tersebut. “Mataram Mudah merupakan bagian dari 5 ikhtiar pembangunan yang akan diperjuangkan oleh pasangan Makmur-Ahda. Insyaallah, nanti Mataram Mudah bisa dinikmati oleh masyarakat dalam bentuk mall pelayanan publik dan pengembangan berbasis digital untuk sektor tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya, Ahda juga menjelaskan urgensi perlunya inovasi dalam hal pelayanan publik. Masyarakat kekinian memiliki aktivitas yang semakin padat dan sebagian dari aktivitas tersebut banyak dilakukan melalui digital. Maka, sekarang adalah waktu yang tepat untuk merancang inovasi yang memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan publik dengan mudah, cepat, serta praktis tanpa perlu mengganggu aktivitas mereka. “Masyarakat Kota Mataram mayoritas memiliki aktivitas yang padat. Dan sebagian di antaranya juga dilakukan melalui digital. Maka ini saat yang tepat untuk memanfaatkan kondisi tersebut sebagai landasan membangun inovasi di bidang pelayanan publik. Supaya di tengah-tengah kegiatan, masyarakat masih bisa menikmati hak pelayanan publik dengan mudah, cepat serta praktis. Ini yang kita sebut sebagai Mataram Mudah,” lugasnya.

Senada disampaikan calon wali kota Mataram nomor urut 3, H Lalu Makmur Said, proses administratif dalam pelayanan publik di Kota Mataram memang cenderung membutuhkan proses yang panjang. Maka penting menurutnya untuk menciptakan inovasi supaya proses pelayanan publik menjadi lebih praktis. “Selanjutnya, pelayanan publik akan kita inovasikan menjadi lebih praktis. Jadi tak ada lagi ceritanya masyarakat harus menunggu proses panjang untuk menangani berbagai keperluannya,” kata mantan Sekda Kota Mataram ini.

Makmur Said mengajak masyarakat Kota Mataram untuk bersikap visioner dalam menempuh kemajuan untuk lima tahun selanjutnya pasca pilkada nanti. Pembangunan di Kota Mataram harus terus dikawal dan kesejahteraan masyarakat harus dapat dipastikan dalam kondisi baik. “Nanti (pasca pilkada) pembangunan harus terus dikawal oleh masyarakat. Supaya semua cita-cita, ikhtiar dan rancangan program yang kita bicarakan hari ini bisa segera diwujudkan dan dinikmati bersama. sehingga kita bisa memastikan bersama bahwa masyarakat sudah dalam kondisi sejahtera,” lugasnya. (yan/adv)