MSQ Terpilih, Musorkablub Langsung Mencuat

TERPILIH: M Samsul Qomar saat terpilih secara aklamasi memimpin KONI Lombok Tengah, Kamis malam (26/3). KONFRENSI PERS: Sebanyak 20 cabor yang keluar dari musorkab saat mempersiapkan musorkablub, Kamis malam (26/3). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Kegiatan Musyawarah Olahraga Kabupaten Komite Nasional Indonesia (Musorkab KONI) Lombok Tengah memilih M Samsul Qomar secara aklamasi sebagai Ketua KONI periode 2021-2025.

Hanya saja, musorkab yang dilaksanakan di JM Hotel Kuta Kecamatan Pujut langsung memunculkan polemik. Mengingat, sejak awal pemilihan itu dinilai terlalu bermuatan politis. Dugaan permainan kotor tak terlepas dari penilaian sejumlah cabang olahraga (cabor).

Tak heran, jika kemudian muncul riak-riak kecil untuk kembali melakukan musyawarah olahraga kabupaten luar biasa (musorkablub) KONI Lombok Tengah. Mengingat, sejak awal musorkab itu sudah ricuh. Semua ini bermula dari tak terakomodirnya cabor secara keseluruah.

Ada lima cabor yang disertai dalam pemilihan itu awalnya. Beberapa di antaranya cabor Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSBI), Persatuan Voli Seluruh Indonesia (PVSI), Persatuan Renang Indonesia (PSI), dan beberapa cabor lainnya. Tak pelak, kelima cabor ini menimbulkan konflik karena cemburu.

Mereka memilih berteriak dan ribut sebelum musyawarah dimulai. Mereka menuntut tim registrasi dan evaluasi untuk segera memasukkan mereka menjadi perserta musyawarah. Setelah terjadi perdebatan dan perundingan panjang, akhirnya mereka diberikan kesempatan untuk menjadi peserta musyawaran.

Namun, lagi-lagi dalam musyawarah tersebut terjadi kericuhan. Ada 20 cabor memilih keluar dari musyawarah. Dengan demikian, jumlah pemilih tak mencukupi syarat 2/3 (dua per tiga) dari jumlah cabor secara keseluruhan.

Namun, aksi itu tak dihiraukan Yuli Harhari sebagai pimpinan sidang. Sidang terus berjalan dengan ketentuan lima tim formatur, yakni ketua terpilih M samsul Qomar yang sebelumnya menjabat Plt Ketua KONI Lombok Tengah, Lalu Ramdan, Sudirman, Lalu Firmansyah, Lalu Mukmin Jahar, dan Yuli Harhari. “Karena hanya ada satu calon yang berminat dan mendaftarkan diri sebagai ketua KONI, maka kami menyatakan secara aklamasi saudara M Samsul Qomar sebagai Ketua Umum KONI Lombok Tengah periode 2021-2025,” putus Yuli Harhari dalam sidang yang dilaksanakan Kamis malam (26/3).

Musorkab yang dihadiri 29 pemilik suara tersebut diklaim 17 suara menyatakan memilih Samsul Qomar secara tertulis. Meski ada aksi walk out, pimpinan sidang tetap melanjutkan pleno karena dianggap sudah memenuhi semua unsur dan dituangkan dalam berita acara.

Ketua terpilih KONI Lombok Tengah, M Samsul Qomar menegaskan, proses dan dinamisasi dalam sebuah pemilihan adalah hal biasa. Sehingga pihaknya mengajak semua pihak untuk bersama- sama memajukan olahraga. “Semua biasa ada perbedaan ada persamaan itulah dinamika demokrasi, tapi inilah jalan menuju kemajuan,” tegasnya.

Pria yang karib disapa MSQ ini menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan mengemban amanah yang berat ini. Pihaknya menginginkan semua pihak bisa berkolaborasi dan bersama-sama memajukan olahraga untuk kepentingan Lombok Tengah. Agar kedepan tetap mencetak atlet yang membanggakan daerah. “Musorkab sudah usai. Mari kita kembali berkumpul dan bersama berjuang dalam bidang prestasi ini. Kepengurusan yang akan dibentuk akan betul-betul baru dan fresh sesuai komitmen awal. Kita akan menjadikan pengurus KONI yang baru dan fokus dalam bidang olahraga, bukan hanya gagah gagahan ada namanya tapi orangnya tidak serius,” terangnya.

Mantan anggota DPRD Lombok Tengah ini menegaskan, dengan adanya pihak yang kecewa, menurutnya hal yang biasa. Karena manusia tidak luput dari rasa kecewa. “Saya akan mengajak kawan-kawan yang lain untuk bersatu kembali. Pak Khatibi dan Pak Candra dan yang lainnya adalah aset daerah. Kita akan rangkul dan ajak memajukan olahraga. Karena niatan kita bersama adalah kemajuan olahraga semata, bukan niatan yang lain,” tambahnya.

Pihaknya juga meminta formatur segera menghubungi cabor-cabor yang lain untuk diakomodir dalam waktu 2-3 hari ke depan. Formatur akan menyerahkan usulan kepengurusannya ke KONI Provinsi NTB. “Insyaallah setelah fix semua kita serahkan hasilnya, dan saya yakin provinsi akan mengesahkan kepengurusan KONI Lombok Tengah dalam waktu dekat,” tambahnya.

Di satu sisi, ada juga klaim  dari 29 peserta ada 20 cabor yang melakukan aksi walk out. Mereka keluar dari lokasi karena mencium aroma kecurangan yang dilakukan oknum panitia musorkab. Kendati diwarnai aksi mosi tidak percaya oleh cabor yang melakukan aksi walk out,  panitia yang dituding melaksanakan kegiatan dengan cara curang tetap melaksanakan proses pemilihan ketua KONI yang memenangkan Samsul Qomar.

Menyikapi aksi walk out, 20 cabor ini kemudian melakukan pertemuan membahas apa sikap selanjutnya yang akan dilakukan. Dari hasil kesepakatan bersama antara 20 Cabor dan dua kandidat calon ketua.  Disepakati dalam waktu dekat akan menggelar musorkab luar biasa. Kesepkatan ini ditandai dengan dibubuhkannya tandangan bersama oleh 20 cabor yang menolak hasil sidang musorkab.

Dua kandidat ketua yakni Lalu Candra Yudistira dan Hatibi Bin Yahya. Ia didampingi 20 cabor menegaskan aroma kecurangan saat proses sidang musorkab yang dilakukan panitia kental terlihat. Saat proses sidang, terjadi perubahan persyatan calon kandidat yang boleh mengajukan diri sebagai calon ketua umum dan yang berhak dipilih pemilih suara. “Di mana perubahan peraturan organisasi (PO) tentang mekanisme calon kandidat ketua disampaikan panitia pada sidang kedua,” ungkap Lalu Candra.

Pada saat proses verifikasi penjaringan calon kandidat ketua,  yang berhak dan boleh mengajukan diri sebagai ketua umum yakni ketua,  sekertaris dan bendahara cabor.  Namun faktanya saat pelaksaan sidang panitia mengubah aturan sepihak dengan ketua dan sekertaris cabor saja boleh mencalonkan diri sebagai ketua umum. “Melihat adanya indikasi aroma kecurangan, kemudian dua calon kandidat bersama 20 cabor mengajukan intsruksi namun tidak mendapat respons panitia,” tegasnya.

Karena dianggap panitia tidak menjunjung tinggi sportivitas dalam proses pemilihan ketua umum KONI,  membuat kedua kandidat dan 20 cabor sepakat melakukan aksi walk out dari ruang sidang. Kemudian melakukan pertemuan kilat dan menelurkan kesepakatan untuk segera melakukan musorkab luar biasa pekan depan. “Dimana musorkab ini nanti akan diikuti oleh lebih dari 2/3 anggota KONI yang memiliki hak suara,” tambahnya.

Ditegaskan Candra, jika merujuk dari aturan yang ada, legalitas pelaksanaan musorkab luar biasa ini dibenarkan oleh aturan yang ada. Aturannya menyatakan musorkab luar biasa harus diikuti oleh sebanyak 2/3 pemilik suara. “Semua tindakan yang akan kami lakukan sudah sesuai dengan aturan dan tidak melanggar aturan sama sekali,” terangnya.

Untuk suksesi musorkab luar biasa ini nanti, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan koordinasi ke Pemkab Lombok Tengah dan pengurus KONI Provinsi NTB. Dengan harapan tentunya pelaksanaan musorkab luar biasa ini nanti mengedepankan dan menjunung sportivitas. “Pada saat pelaksaan musorkab luar biasa nanti tetap panitia akan mengundang sembilan cabor yang ada dibarisan yang tetap mengikuti kegiatan musorkab yang tidak kuorum,” tegasnya.

Menurutnya, akibat aksi walk out yang dilakukan secara otomatis pelaksanaan musorkab tersebut gagal dan cacat demi hukum. Karena musorkab itu diikuti oleh kurang dari 2/3 jumlah peserta yang memiliki hak suara. Di mana 20 anggota yang melakukan aksi walk out yakni Issi, Persani, Porki, PBVSI, Perserosi,  Perpani, Muatai, Perkemi, Perlti, Pordasi, PRSI, ESI, Futsal, PSTI, Percasi, PSSI, Taekwondo, Perbasi, PBSI, dan IMI. “Tapi Cabor yang diam dan tetap mengikuti proses musorkab yakni ASI, Pobsi, Gabsi, FPTI, IPSI, Perbakin, FASI, PSOI,” sebutnya. (met)