MotoGP Sudah Dekat, Hotel di Lotim Masih Sepi Pesanan

M. Gazali/Radar Lombok SEPI : Jelang MotoGP hotel dan homestay di Lotim masih sepi pesanan.(M. Gazali/Radar Lombok F-SEPI : Jelang MotoGP hotel dan homestay di Lotim masih sepi pesanan.)

SELONG– Pelaksanaan event olahraga dunia, MotoGP, di Sirkuit Mandalika Maret mendatang belum punya efek menggembirakan untuk sektor pariwisata Lombok Timur. Sampai saat ini angka pesanan kamar hotel dan penginapan kelas lainnya masih belum menggembirakan.

Kondisi ini dirasakan oleh para pengelola hotel maupun homestay di Sembalun.” Dari 20 kamar yang kita miliki, belum ada satupun yang di-booking,” ungkap manajer Hotel Nusantara Sembalun, Agus Irman, kemarin.

Namun berkaca dari WSBK lalu, wisatawan akan memesan hotel sekitar seminggu sebelum event digelar. Tapi jumlah yang dipesan juga tidak seberapa.

Meski demikian ia mengaku sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut event internasional ini. Baik dari fasilitas kamar sampai menyiapkan camping ground, jika sewaktu-waktu kamar hotel full.” Kita sudah siap menyambut event MotoGP yang akan digelar dalam  waktu dekat di daerah kita ini,” ungkap Agus.

Harga yang ditawarkan mengikuti tren permintaan. Kalau hari biasa harga kamar Rp 650.000 per malam, maka khusus untuk empat hari saat event MotoGP, haraga naik menjadi Rp 1.000.000 per malam.” Kalau pada saat event ya kita naikkan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Video Ceramah Ustadz Mizan Menuai Protes, Pemprov Didorong Lakukan Langkah Konkret

Agus mengatakan kenaikan harga masih dalam batas kewajaran.” Wajar kan naik, artinya kita bukan memanfaatkan momen itu. tapi kita harus berpikir secara bisnis, saat permintaan tinggi maka kita juga harus main harga dong. Tentunya harus berimbang, jangan hanya harga kita naikkan tapi kita juga harus menjaga kualitas, produk dan pelayanan,” ucapnya.

Hal yang sama disampaikan Rohman, manajer Rudy’s Hotel. Kata dia, pemesanan hotel untuk MotoGP di wilayah Sembalun belum ada baik lewat online maupun offline.” Untuk pemesanan kamar hingga saat ini belum ada, tapi kita tidak tau dalam waktu dekat ini, mungkin ada yang pesan kamar dari penonton MotoGP atau travel agent,” kata Rohman.

Meski demikian pihaknya juga menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut event tersebut. Masalah harga, ia tidak akan menaikkan harga seperti hotel-hotel lain.” Kita lihat nanti, apakah kita akan naikkan harga atau tidak. Tergantung kondisi, yang jelas kita siap menyambut event akbar MotoGP di Mandalika,” ujar Rohman.

Kondisi yang sama dirasakan para pengelola hotel di wilayah selatan, salah satunya Java Bloam. Manajer Java Bloam, Lalu Hendra Gustiawan, mengakui sampai saat ini belum ada kamar yang laku untuk tamu MotoGP. Berkaitan dengan hal ini pihaknya telah menjalin koordinasi dengan pihak terkait seperti BPPD agar pelaksanaan MotoGP bisa memberikan keuntungan bagi sektor pariwisata di Lotim terutama usaha penginapan.” Koordinasi memang sudah, tapi belum ada yang booking,” jelasnya.

BACA JUGA :  Dewan Minta Eksekutif Segera Selesaikan Temuan BPK

MotoGP harus memberikan dampak terhadap semua sektor. Apalagi wilayah selatan ini lebih dekat dibandingkan dengan Mataram.  Jangan sampai seperti WSBK, para tamu yang datang lebih banyak menginap di Mataram. Sedangkan Lotim tidak mendapatkan dampak yang berarti. Karenanya semua pihak terkait di Lotim harus segera bersikap bagiamana pelaksanaan MotoGP ini bisa membangkitkan sektor pariwisata di Lotim.”Promonya supaya lebih ditingkatkan lagi.  Selain itu Pemkab juga  harus bekerjasama dengan ITDC dan agen yang membawa tamu  untuk datang nonton MotoGP . Kalau nggak seperti tamu yang datang kan nggak tau hotel yang ada di wilayah selatan,” sarannya.

“Saat ini ini okupansi  hotel hanya sekitar 5 persen. Ketika MotoGP kita ingin bisa mencapai 60 sampai 70 persen,” tambahnya.(lie)