MotoGP Lombok Bakal Jadi Sirkuit Terindah Dunia

TINJAU SIRKUIT: Direktur Utama ITDC, Abdul Bar M Mansoer, menunjukkan denah pembangunan Sirkuit MotoGP KEK Mandalika kepada CEO Dorna Sports SL, Carmelo Ezpeleta (pakai topi) dan Sporting Director, Carlos Ezpeleta, Senin (28/10/2019). (itdc for radarlombok.co.id)

PRAYA—Keberadaan Sirkuit MotoGP KEK Mandalika Kuta, bakal menjadi sirkuit terindah di dunia. Pujian itu dilontarkan langsung CEO Dorna Sport SL, Carmelo Ezpeleta saat melawat progres pembangunan sirkuit MotoGP KEK Mandalika, Senin (28/10/2019).

Carmelo Ezpeleta datang bersama Sporting Director, Carlos Ezpeleta, meninjau lokasi pembangunan sirkuit, didampingi Direktur Utama ITDC, Abdul Bar M Mansoer, Direktur Operasi dan Konstruksi ITDC, Ngurah Wiraman, Sekda Lombok Tengah, HM Nursiah, dan beberapa pejabat ITDC lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Carmelo Ezpeleta memuji memuji keindahan lokasi sirkuit yang menjadi ikon terindah di dunia. Carmelo juga mengaku sirkuit MotoGP Mandalika merupakan konsep pertama di dunia dengan konsep street. Ia merasa sangat bangga dengan adanya konsep itu.

Terlebih sirkuit di Lombok sangat indah, dan warga Indonesia sangat ramah, di samping juga penggemar terbanyak event MotoGP. “Kita bangga karena sirkuit MotoGP Lombok sangat indah. Ini menjadi sirkuit pertama street, tapi dengan fasilitas yang permanen. Terlebih ada rumah sakit nantinya dalam menunjang event ini,” puji Carmelo Ezpeleta, seperti yang diterjemahkan langsung oleh Direktur Operasi dan Konstruksi ITDC, Ngurah Wiraman saat diwawancarai usai meninjau lokasi.

Carmelo Ezpeleta menegaskan, ke depan ada 50 pembalap baru dari Indonesia yang dibina dari kelas yang paling kecil. Sehingga diharapkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang penggemarnya cukup tinggi. Nantinya akan banyak pembalap-pembalap andal. “Akan dibina 50 pembalap baru dan diyakini akan ada pembalap handal asal Indonesia. Sekarang ada dua pembalap Indonesia yang punya potensi, yakni Dimas Ekky Pratama, dan satu pembalap lainnya,” terangnya.

Sementara Direktur Operasi dan Konstruksi ITDC, Ngurah Wiraman menimpali, kegiatan MotoGP dari sisi bisnis, melihat dari perkembangan pariwisata. Jika berkaca dari negara Thailand tahun pertama 2018, malah lebih tidak siap dari lokasi di sirkuit MotoGP Lombok. Pasalnya hampir empat jam perjalanan dari Bangkok. Sementara perjalanan ke Lombok dari Bali hanya membutuhkan waktu setengah jam saja.

“Bahkan mereka  (Thailand, red) tahun pertama 150.000, dan tahun kedua mereka 222.000. Apalagi kita Indonesia yang jumlah penduduknya banyak, dan penggemar MotoGP juga tinggi. Sehingga kita yakin jumlahnya lebih besar. Kami meyakini pada tahun 2021 bisa menyaingi, bahkan melebihi Thailand,” tandasnya.

Disampaikan, kedatangan Carmelo Ezpeleta merupakan suatu langkah dalam memberikan keyakinan, jika sirkuit Mandalika akan jadi. Terlebih Carmelo Ezpeleta sangat senang, dan meyakini jika sirkuit ini bisa digunakan. “Carmelo Ezpeleta sudah memberikan keyakinan, dan ini proyek Indonesia. Seperti kita ketahui bahwa Indonesia sudah menyelenggarakan Asian Game yang merupakan ajang internasional kedua,” tambahnya.

Ngurah Wiraman menegaskan, pengerjaan sirkuit MotoGP ini menghabiskan waktu sekitar Rp 500 miliar. Dibagi dalam dua paket, yakni paket pondasi dan paket toplayer. Di mana pihaknya mengaku sudah memiliki pembiayaan untuk itu. “Kita sudah punya mitra untuk pembangunan dan pengoperasiannya, dan kebutuhan untuk balap sekitar 9 Juta Euro. Itu kita akan bayarkan menjelang pelaksanaan balap itu sendiri. Tapi untuk pendapatan kita peroleh dari tiket dan lainnya,” ungkapnya.

Sedangkan Sekda Lombok Tengah, HM Nursiah menambahkan, Pemda dalam mempersiapkan MotoGP sudah mulai melakukan pembenahan infrastruktur, seperti sarana dan prasarana. Termasuk dengan berbagai produk lokal yang tersedia untuk kesiapan. “Bahkan kita sudah menyiapkan tenaga kerja dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat. Sehingga mereka memiliki skill dalam persiapan event MotoGP ini,” terangnya.

Terlebih dengan adanya Poltekpar Negeri Lombok, yang mahasiswanya banyak berasal dari Loteng. Hal itu menjadi salah satu persiapan dari Pemda Loteng terkait SDM. Sehingga pihaknya memastikan bahwa Loteng sudah siap dalam menyambut event bergengsi itu. “Terlebih kondisi saat ini, sektor pariwisata termasuk pendapatan yang cukup besar, hingga belasan miliar, dan APBD mencapai Rp 2,2 triliun dan PAD mencapai Rp 216 miliar. Ke depan jika KEK Mandalika beroperasi, maka akan jauh meningkat,” pungkasnya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid