Morry Hanafi Layak Dampingi Ahyar

Morry Hanafi

MATARAM—Nama Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Morry Hanafi, kian santer terdengar dijagokan Partai Gerindra sebagai bakal calon wakil gubernur mendampingi Ahyar Abduh.

Sebelumnya, Nama Morry Hanafi digadang mendampingi Suhaili FT. Namun, ada perubahan politik membuat koalisi Partai Golkar-Gerindra kandas. Partai Gerindra mengusung Ahyar Abduh sebagai calon wakil gubernur.

Ketua Disiplin dan Pengawasan DPP Partai Gerindra, Bambang Christiono menilai, sosok Morry Hanafi sangat layak diusulkan dan dijagokan Partai Gerindra sebagai calon wakil gubernur mendampingi calon gubernur, Ahyar Abduh dalam kontestasi di perebutan kursi NTB 1 dan NTB 2.

“Pak Morry adalah kader Gerindra yang sangat layak dampingi Pak Ahyar,” katanya kepada Radar Lombok, Selasa kemarin (23/5).

Ia mengatakan, Partai Gerindra sebagai parpol pengusung utama calon gubernur Ahyar Abduh sudah seharusnya kader terbaik partai ini mendampingi yang bersangkutan. Sosok Morry Hanafi adalah kader terbaik yang dimiliki Partai Gerindra untuk mendampingi Ahyar Abduh.

Dengan pengalaman politik di legislatif selama dua periode di DPRD NTB, ungkapnya, Morry Hanafi dinilai sudah sangat paham dengan berbagai persoalan dan problematika yang dihadapi Provinsi NTB. Apalagi mengingat, Morry Hanafi merupakan salah satu pimpinan di DPRD Provinsi NTB.

Di samping itu, Morry pun punya kualifikasi dan kualitas pendidikan magister ilmu ekonomi dari Australia. Ia pun sangat paham dengan penganggaran. Dengan kapasitas dan kapabilitas dimiliki Morry Hanafi, ia akan sangat mampu mengimbangi gerak langkah serta saling melengkapi dan mengisi Ahyar Abduh untuk mendorong dan mempercepat pembangunan di Provinsi NTB.

Selain itu, Morry dikenal dan diketahui sudah memiliki basis dukungan riil. Terutama di Kabupaten Bima-Dompu. Terbukti, dalam pemilu legislatif Morry Hanafi tercatat meraih suara paling tinggi di dapil Kabupaten Bima Dompu.

Terpisah, calon gubernur, Ahyar Abduh, diminta tanggapan terkait kemungkinan Morry Hanafi akan disodorkan Partai Gerindra sebagai calon wakil gubernur, dirinya tentu akan mengajak parpol pengusung untuk berdiskusi dan membahas terkait figur bakal calon wakilnya.

“Salah satu komitmen saya dengan parpol pengusung adalah bersama-sama membahas masalah cawagub ini,” ucap Wali Kota Mataram dua periode tersebut.

Ahyar mengatakan, siapa pun nanti disodorkan Partai Gerindra sebagai cawagub hal tersebut merupakan urusan internal Partai Gerindra. Keputusan itu harus dihormati dan dihargai.

Kendati demikian, Ahyar mensyaratkan beberapa hal yang wajib dimiliki calon wakil yang akan digandengnya. Di antaranya harus mampu meningkatkan perolehan suara dan harus memenuhi kriteria kecocokan dalam menjalankan pemerintahan.

“Seorang wakil harus bisa menaikkan perolehan suara, kita semua ingin menang serta sudah pasti harus ada kecocokan,” imbuhnya.

Namun ia masih belum menetapkan siapa yang akan digandengnya dalam kontestasi Pilkada NTB 2018 mendatang. Meski beberapa nama telah santer terdengar. Ahyar mengaku belum membuat keputusan final terkait hal ini. (yan)