Mohan Minta Pejabat Jangan Baper

Pastikan Tak Ada Politik Balas Dendam

H Mohan Roliskana (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Setelah dinyatakan ungggul oleh sejumlah lembaga yang melaksanakan hitung cepat (quick count). Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram nomor urut 1, H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (HARUM) memastikan tidak melakukan politik balas dendam terhadap pihak yang berseberangan atau berbeda pilihan dalam kontestasi Pilkada Kota Mataram.

Penegasan itu disampaikan Calon Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, untuk menjawab tudingan yang mulai dibahas di media sosial. Bahwa HARUM nantinya akan memasang para pendukungnya untuk mengisi jabatan di Kota Mataram, dan kemudian akan membuang dan mengganti pejabat utamanya kepala dinas yang tidak mendukung pasangan HARUM.

Mohan membantah dan menanggapi santai tudingan tersebut. “Ndak ada lah itu. Saya kan tidak satu dua hari di politik,” ujar H Mohan Roliskana di Mataram, Selasa kemarin (15/12).

Dia mengatakan, semua pihak harus berpikir jernih. Proses Pilkada Kota Mataram yang sangat panjang sudah usai. Wakil Wali Kota Mataram dua periode ini kemudian mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun Kota Mataram. “Pilkada kan sudah selesai. Kalau kemarin kita ada friksi karena memang ruang kekuasaan itu terbatas yang diperebutkan. Tentu di sana ada kompromi. Friksi itu biasa, kalau itu sudah selesai tentu kita harus merajut lagi hal yang lebih besar yang harus kita pikirkan untuk Kota Mataram,” katanya.

Disetiap gelaran Pilkada di daerah, para ASN sering sekali identik dan dipandang sebagai korban. Itu karena calon yang didukung tidak memenangkan Pilkada. Khusus untuk Kepala Dinas dan pejabat lainnya kini mulai memikirkan posisi masing-masing.

Mereka tentu khawatir tidak lagi memegang jabatan penting, karena calon yang didukung keok di Pilkada Kota Mataram. Lagi-lagi politisi Partai Golkar itu menjawab dengan santai. “Sebenarnya itu tidak perlu terjadi kalau saja kemarin mereka tetap profesional dan netral menjalankan tugasnya. Kegundahan itu tidak perlu terjadi. Seharusnya seperti itu kan,” ungkapnya.

Untuk itu, kepala dinas dan pejabat Kota Mataram oleh Mohan diminta untuk tidak terbawa perasaan (Baper). “Ya bahasa sekarangnya mungkin seperti itu, jangan baper. Tapi itu kan persepsi mereka,” imbuhnya.

Dia juga menampik bukan karena resiko pejabat memilih pasangan yang tidak memenangkan Pilkada. “Itu kebawa perasaan sendiri saja,” katanya.

Mohan menjelaskan, banyak hal yang harus dibenahi. Terutama untuk ASN agar bisa mengakselerasi program. “Nanti tetap kita menerapkan merit sistem itu. Kalaupun memang ada kebutuhan pergeseran. Itu untuk kebaikan dan jangan dimaknai itu sebagai balas dendam. Kita ini keluarga besar di birokrasi Kota Mataram. Saya tetap mengedepankan azas profesionalitas. Objektif lah nanti,” terangnya.

Tersirat juga disampaikan dirinya siap merangkul para kompetitor maupun pihak yang tidak mendukungnya di Pilkada. “Itu harus, politik ini mengajarkan bagaimana cara kita berinteraksi. Soal bagaimana kita membangun komunikasi. Kalau ini semua sudah selesai. Kita harus berangkulan lagi. Kita sudahi yang kemarin, karena ada tugas yang lebih besar untuk kepentingan Kota Mataram,” tandasnya.

Isu yang berkembang di seputaran Kantor Wali Kota Mataram, sejumlah pejabat mulai gundah. Mereka khawatir tentang posisinya yang berpotensi bergeser. “Iya kita ikuti saja prosesnya. Kita selesaikan tugas kita saja,” ungkap salah seorang pejabat Kota Mataram. (gal)