Mohan Dinilai Sulit Geser Ahyar dan Suhaili

Ihsan Hamid (Ahmad Yani/RADAR LOMBOK)

MATARAM-Mohan Roliskana disebut-sebut berpeluang menjadi Ketua DPD I Golkar NTB. Apalagi Mohan dikabarkan sudah bertemu dengan Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto.

Namun pandangan lain diungkapkan Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Ihsan Hamid. “Mohan belum akan mampu geser Ahyar dan Suhaili,” katanya, Senin (1/2) kemarin.

Menurutnya, kendati Mohan terpilih sebagai Wali Kota Mataram pada Pilkada 2020 lalu serta Ahyar Abduh dan Suhaili akan mengakhiri masa jabatan sebagai kepala daerah 17 Februari 2021, tak lantas membuat Mohan akan lebih unggul dari Ahyar dan Suhaili dalam memimpin Golkar NTB.

Baginya, syarat sebagai Ketua Golkar NTB adalah figur yang berani maju mencalonkan diri sebagai calon Gubernur NTB di Pilkada mendatang. Sehingga pertanyaannya, apakah Mohan berani mencalonkan diri sebagai Gubernur? Dalam sejarah, siapapun Ketua Golkar NTB diproyeksikan maju sebagai calon Gubernur NTB. “Bicara Ketua Golkar NTB adalah bicara calon Gubernur. Di sinilah marwah Ketua Golkar NTB,” terangnya.

Mohan yang baru satu periode sebagai Wali Kota dan belum bisa membuktikan prestasi dan kinerja, membuat Mohan tidak akan berani maju mencalonkan diri di Pilkada NTB mendatang. Berbeda dengan Ahyar dan Suhaili, sudah terbukti dan punya elektoral sebagai calon Gubernur yang tergambar pada hasil Pilkada NTB 2018.

Selain itu, di tingkat akar rumput Partai Golkar di kabupaten/kota, Ahyar dan Suhaili lebih diterima. Karena lebih mampu mengonsolidasikan struktur dan mesin politik Golkar di NTB. Meski tak lagi menjabat, nilai tawar Ahyar dan Suhaili belum tentu meredup. “Magnet Musda Golkar NTB itu tetap di Ahyar dan Suhaili,” paparnya.

Adapun terkait beredarnya foto pertemuan Mohan dan Airlangga, Ihsan punya analisa sendiri. Sangat mungkin dalam pertemuan itu hanya dalam kapasitas Mohan sebagai kader melaporkan kemenangan di Pilkada Kota Mataram. “Jikapun disampaikan keinginan Mohan maju di Musda dalam pertemuan itu, saya kira itu hanya ikutan,” urainya.

Sebelumnya, Wali Kota Mataram Ahyar Abduh memastikan diri tetap akan mencalonkan diri di Musda Golkar NTB. Ahyar berharap dirinya diberikan amanah menakhodai Golkar NTB. “Saya akan tetap maju di Musda,” pungkasnya. (yan)