Mohan dan IDP Berpotensi Jadi Ketua Golkar

Ahyar Abduh (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Sejumlah parpol seperti PAN dan PKS sudah melaksanakan musyawarah daerah atau wilayah untuk menentukan pimpinan baru di NTB. PPP juga akan menyusul melakukan musyawarah wilayah Januari 2021 seiring berakhirnya periode kepemimpinan ketua DPW. Adapun Golkar sendiri juga sudah lama masa periode kepengurusannya berakhir. Sempat memanas akan digelar musyawarah daerah pada 2020, tetapi akhirnya ditunda karena pilkada dan covid-19.

Soal kelanjutan musyawarah daerah ini, Ketua Harian DPD Golkar NTB, Misbach Mulyadi mengaku belum memperoleh informasi dari DPP terkait jadwal. Pihaknya di daerah masih menunggu informasi lebih lanjut dari DPP. Namun ia menduga kemungkinan setelah tuntasnya tahapan pilkada. “Kan masih ada tahapan di MK,” imbuhnya, Selasa (29/12) kemarin.

Seperti diketahui, dua kekuatan Golkar masih terpolarisasi ke Suhaili FT dan Ahyar Abduh. Dua tokoh Golkar ini bersaing ketat memperebutkan kursi ketua DPD I Golkar. Namun Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Ihsan Hamid memiliki penilaian tersendiri. Ia menilai perebutan kursi ketua DPD I Golkar NTB bakal lebih kompetitif usai pilkada.

Karena terbuka kemungkinan muncul nama baru calon ketua di luar Suhaili dan Ahyar. Misalnya Mohan Roliskana dan Indah Dhamayanti Putri (IDP), yang masing-masing sudah memenangkan Pilkada. Mohan menang sebagai Wali Kota Mataram dan Indah menang sebagai Bupati Bima dua periode. “Ini jadi keunggulan yang membuatnya potensial menakhodai Golkar NTB,” paparnya.

Namun siapa yang menakhodai Golkar NTB ke depan, harus siap maju Pilkada NTB 2024. Mohan sendiri baru terpilih sebagai Wali Kota Mataram di periode pertama. “Berbeda dengan IDP yang terpilih jadi Bupati Bima di periode kedua. Sehingga IDP akan lebih siap menakhodai Golkar,” papar kandidat doktor UIN Jakarta ini.

Kemudian siapa yang menjadi Ketua Golkar NTB sangat tergantung dari siapa yang bisa mengamankan kepentingan Airlangga sebagai Ketua Umum Golkar. Dalam hal ini Ahyar lebih berpeluang. Ahyar lebih punya kapasitas mengamankan kepentingan Airlangga di NTB. Apalagi Airlangga sejak awal, lebih menginginkan Ahyar memimpin Golkar NTB. “Kita tahu kan pelaksanaan Musda Golkar di seluruh Indonesia digelar aklamasi,” pungkasnya. (yan)