Mohan Ajak Warga Isolasi Mandiri di RS Darurat

AJAK WARGA: Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana dan anggota Forkopimda mengajak warga yang melaksanakan Isoman di rumah, agar bersedia dirawat di tempat isolasi terpusat yang disediakan pemerintah. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Kota Mataram sedang giat mengajak warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19, dan sedang melaksanakan isolasi mandiri (Isoman) dirumah, untuk bersedia dirawat dan isolasi mandiri di rumah sakit darurat yang telah disiapkan pemerintah.

Ajakan ini diserukan langsung Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana bersama anggota Forkofimda yang mendatangi langsung rumah warga yang melaksanakan isolasi mandiri. Lalu diantar ke rumah sakit darurat yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram.

Kegiatan dilaksanakan Selasa sore (17/8) dengan mendatangi salah satu rumah yang tengah melaksanakan isolasi mandiri di Jalan Hos Cokro Aminoto Lingkungan Cemare, Kelurahan Monjok Barat Kota Mataram. “Ini kebijakannya untuk bisa melaksanakan isolasi terpusat. Tujuannya untuk lebih bisa mengevaluasi dan mengawasi,” ujar Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana di Mataram, kemarin (18/8).

Dengan isolasi terpusat yang disediakan pemerintah. Pengawasan dan perawatan medis tetap bisa dilaksanakan. Begitu juga dengan obat-obatanya bisa segera didistribusikan. Sedangkan tujuan lainnya adalah untuk mencegah terjadinya klaster keluarga di Kota Mataram.

BACA JUGA :  Melihat Aktivitas Pejuang Subuh Pemuda Jempong Bersatu

“Itu yang perlu untuk mencegah klaster keluarga. Kemarin kita minta kepada masyarakat supaya bersedia secara sukarela untuk isolasi mandiri ditempat–tempat yang kita sediakan. Tempat ini Insyaallah kita pastikan bisa memadai,” ungkapnya.

Upaya turun langsung tersebut juga sebagai imbauan kepada masyarakat. Untuk tidak ragu melaksanakan isolasi mandiri ditempat yang sudah disediakan. Karena saat ini, tempat isolasi terpadu juga sudah disiapkan di kecamatan. “Tinggal masyarakat maunya di mana. Bisa di kecamatan yang sudah disiapkan. Juga bisa di dua rumah sakit darurat yang telah kita siapkan,” terangnya.

Untuk menjamin ketersediaan tempat isolasi terpusat ini. Kota Mataram menambah lagi tempat isolasi terpusat. “Kita siapkan Hotel Grand Inn dengan kapasita 50 kamar di sana. Jadi ada 3 hotel yang kita siapkan sebagai tempat isolasi,” jelasnya.

BACA JUGA :  Pemkot Mataram Tolak Permohonan Izin Perumahan

Wali kota menegaskan, tempat isolasi ditambah bukan karena dua hotel sebelumnya sudah penuh. “Ini sebagai antisipasi kita untuk menambah. Kemarin itu kita mengajak sekaligus sosialisasi agar warga kita mau isolasi mandiri ditempat yang sudah disediakan. Ketika ada warga yang terkonfirmasi positif dengan gejala ringan. Ya itu isolasi mandiri di tempat yang sudah disediakan, jelasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa mengatakan, kebijakan pemerintah pusat meminta pemerintah daerah untuk menyediakan tempat isolasi terpusat. Tujuannya untuk memastikan warga yang melaksanakan isolasi mandiri tertangani dengan baik.

“Karena fakta di lapangan banyak warga masyarakat kita tanpa melalui asasmen dan persyaratan yang ada. Mereka melakukan isolasi mandiri tanpa pemantauan dan asasmen tenaga kesehatan. Ini persoalannya dengan langkah tegas yang tidak memenuhi persyaratan isolasi mandiri. Akan dijemput dan dirawat di rumah sakit darurat dan isolasi terpusat,” katanya. (gal)