Modal Obeng dan Linggis, Subandi Curi 90 HP

DITEMBAK: Subandi dengan kondisi kaki diperban bekas ditembak, saat dihadirkan dalam jumpa pers, Senin (19/9). (ABDURRASYID EFENDI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pelarian Subandi (24), pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) terhenti setelah Tim Puma Polresta Mataram berhasil membekuknya.

Pelaku yang beralamatkan di Lingkungan Jempong Barat, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram ini juga mendapatkan tembakan di kaki kanan, lantaran berusaha melarikan diri dan melawan saat ditangkap.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa mengatakan, pelaku ini merupakan seorang residivis atas kasus pencurian motor. Semenjak keluar dari penjara beberapa waktu lalu, terhitung sudah ada enam laporan polisi yang mengarah kepada dirinya. “Ada enam laporan polisi, pelaku ini adalah pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan,” sebut Mustofa, Selasa (19/9).

Salah satu laporan dari korbannya yakni pencurian di salah satu toko Elektronik Kana Cell, berlokasi di Jalan Panca Usaha No 6, Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, pada 10 Juni 2022 lalu. Ia berhasil menggondol 90 HP baru dan second.

Selain Subandi, Salah satu rekannya juga berhasil diamankan berinisial U. Akan tetapi, berkas perkara pelaku lainnya dilakukan secara terpisah. “Sementara kami berhasil mengamankan dua orang pelaku,” sebutnya.

Menurut pengakuan Subandi, HP yang berhasil dicuri itu dibawa dengan karung. Dan hasil barang curiannya itu sudah laku dijual dengan harga Rp 36 juta. Dari hasil penjualan, dirinya hanya menerima uang sebanyak Rp 8 juta. “Saya hanya terima Rp 8 juta aja, soalnya bukan saya yang pergi menjualnya. Banyak juga HP itu yang sudah rusak,” katanya.

Baca Juga :  Penipu Berkedok Bantuan Kampanye Pilkada Dibekuk

Uang yang didapatkan dari mencuri itu, dipergunakan untuk bermain judi online dan membeli sabu. Tidak hanya itu, pelaku juga memberikan kepada anak istrinya. “Untuk saya pakai memenuhi kebutuhan sehari-hari juga,” imbuhnya.

Pelaku pertama kali masuk penjara pada 2018. Kasusnya pencurian motor. Di persidangan, pelaku dihukum penjara selama 1 tahun 8 bulan. “Iya pak dulu pernah, ini yang kedua kalinya,” akunya.

Berdasarkan dari hasil laporan kepolisian, pelaku pernah menjalankan aksi di wilayah hukum Polsek Narmada sebanyak dua kali, Polresta Mataram dua kali dan Polsek Sandubaya dua kali juga.

Pelaku mengakui pernah melakukan pencurian di apotek, pegadaian, salon kecantikan, toko biasa dan lainnya. Hasil pencurian yang didapatkan pun dengan jumlah berbeda-beda. Di apotek, dirinya berhasil mengambil uang tunai Rp 11 juta. Sedangkan di pegadaian, ia berhasil mengambil sebuah HP dan emas. “Di pegadaian itu, saya dapat uang sekitar Rp 9 juta,” sebutnya.

Sementara di salon kecantikan, uang berhasil digondol sebesar Rp 90 juta. Uang senilai Rp 90 juta itu diambil dari brankas. “Brankasnya saya rusak menggunakan linggis,” ujarnya.

Baca Juga :  Perkosa Puluhan Mahasiswi, Dosen Gadungan Diperiksa Polisi

Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa menjelaskan, Subandi sudah lama menjadi target karena masyarakat merasa resah atas tindakannya.

Identitas pelaku sudah lama tercium, namun saat akan ditangkap pelaku selalu bisa menghindar. “Pelaku ini licin, sudah beberapa kali kami mau gerebek, namun lolos terus,” katanya.

Namun pelarian pelaku akhirnya terhenti di rumah salah satu temannya yang tidak jauh dari rumahnya. Pada saat penangkapan, Rabu (31/8) sekitar pukul 02.20 WITA lalu itu, pelaku berusaha melarikan diri dan melawan petugas, akibatnya pelaku dihadiahi timah panas. “Kami berikan tindakan terukur kepada pelakuĀ  karena berusaha kabur dan melawan,” ujarnya.

Setiap kali beraksi, pelaku selalu membawa obeng dan anak linggis. Alat ini yang nantinya digunakan untuk merusak gembok toko yang menjadi incarannya. Pelaku juga tak lupa membawa karung untuk menaruh barang curian. “Pelaku ini merusak kunci harmonika toko lalu menggasak isi toko,” cetusnya.

Tidak hanya dua orang yang berhasil diamankan, seorang penadahnya juga berhasil diamankan. Namun berkas laporannya dilakukan dengan cara terpisah. “Untuk penadahnya sudah diamankan, inisial P,” pungkasnya. (cr-sid)

Komentar Anda