Mobil Produksi Lama, Acap Kali Bikin Istri dan Anak Cemburu

Komunitas Penggemar Mobil Jeep Klasik
KLASIK : Deretan puluhan mobil jeep klasik milik anggota komunitas penggemar mobil jeep klasik yang menamakan diri "Brigade Willys". (Ahmad Yani/Radar Lombok)

Merogoh kocek lebih dalam,disadari para penggemar mobil jeep klasik. Namun itu tak masalah, asal hobi memiliki mobil jeep klasik terpenuhi.


Ahmad Yani — Mataram


Deretan mobil jeep klasik, nampak terparkir berderet di sudut salah satu ruas jalan di kota Mataram belum lama ini. Ada puluhan mobil jeep klasik terparkir rapi. Nampaknya puluhan mobil jeep klasik tersebut akan  konvoi. Mobil-mobil ini  milik komunitas penggemar mobil jeep klasik se-Pulau Lombok. Komunitas tersebut dinamakan “Brigade Willys”.  Di body masing-masing  mobil jeep klasik tersebut tertulis Brigade Willys.

Komunitas ini  didirikan tertanggal 16 Mei 2002. Bagi penggemar mobil  jeep klasik tersebut menamakan diri sebagai Brigade Willys  sesuai dengan tujuan dan fungsi awal dari mobilini yang  diperuntukkan di medan perang. ” Mobil jeep klasik ini adalah eks perang,” kata komandan Brigade Willys, Chris Parangan kepada Radar Lombok beberapa waktu lalu.

Kini, anggota komunitas penggemar mobil jeep klasik tersebut sebanyak 48 orang tersebar di semua kabupaten/kota se-Pulau Lombok. Inisiatif awal dari tujuh rekannya termasuk dirinya. Biasanya  mereka berkumpul dan bercengkrama sesama pemilik mobil jeep klasik pada akhir pekan.Untuk mengakomodir keanggotaan lebih luas bagi para penggemar mobil jeep klasik, m ereka pun bersepakat untuk membentuk komunitas tersebut. Diantaranya yang  tergabung dalam komunitas penggemar mobil jeep klasik adalah Bupati Lombok Tengah, Suhaili Fadhil Tahir yang  bertindak selaku dewan pembina komunitas.

Mantan Danrem NTB, Kolonel Clz Lalu Irham Srigede juga menjadi anggota komunitas

Mobil jeep milik anggota komunitas ini terdiri dari beragam tipe dan tahun pembuatannya. Ada yang tahun 1944, 1962 hingga terakhir tahun 1972. Type kap tinggi grill 6, merupakan jenis mobil jeep klasik yang  banyak dimiliki anggota komunitas ini. Sedangkan, type kap grill 8,lagi naik daun atau banyak diidolakan bagi para penggemar mobil jeep klasik di tanah air. ” Type kap griil 8 ini yang sekarang banyak diburu bagi penggemar mobil jeep klasik,” tuturnya.

Tentu saja, mobil-mobil ini sudah  berusia tua. Disinilah tantangannya bagi anggota komunitas ini.  Dibutuhkan kesabaran, ketelatenan bahkan harus  siap merogoh kocek lebih dalam untuk perawatan mobil-mobil ini. Bahkan,  perhatian ekstra pun  diberikan dalam perawatannya. Inilah yang kadang membuat anggota keluarga sering kali  menjadi cemburu.

” Seolah – olah mobil jeep ini jadi istri pertama kita. Bahkan, putri saya sering protes dengan hal ini,” ucap politisiPartai Golkar ini tertawa.

Kendala yang dihadapi kesulitan mendapatkan onderdil mobil ini. Kini, di pasaran sudah sulit dijumpai onderdil mobil jeep klasik yang dijual. Untuk mensiasatinya, maka dilakukan daur ulang.

Menurut Chris, hampir hampir semua onderdil  mobil jeep klasik miliknya sudah didaur ulang. Mesin mobil digunakan relatif baru. Yang dipertahankan  adalah boy mobil sesuai tahun  keluaran produksi mobil adalah body mobil. Untuk mempertahankan keaslian  body mobil seperti tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus siap dilakoni para penggemar mobil jeep klasik.

” Namun disinilah hikmah bisa kita ambil bagi penggemar mobil jeep klasik, bahwa jangan sekali – sekali melupakan sejarah,” katanya.

Chris mengatakan, meskipun mobil klasik namun harga dipasaran terbilang masih cukup mahal. Mulai dari harga pasaran sekitar Rp 50 juta hingga Rp 100 juta.

Dengan keberadaan komunitas tersebut, membawa berkah tersendiri bagi para anggota. Sering kali dalam berbagai even yang dilaksanakan berbagai pihak, mereka sering kali diminta berpartisipasi. Misalnya, pada peringatan HUT TNI, HUT Polri, HUT Kemerdekaan RI dan berbagai kegiatan lainnya.

Bahkan, sering kali pula dalam berbagai even politik dan pesta demokrasi baik tingkat lokal maupun nasional, komunitas mereka diminta berpartisipasi. ” Tentu ini menjadi rezeki bagi anggota komunitas kita,” pungkasnya.(*)