MNEK 2018 Bakal Diikuti 25 Negara

MNEK 2018 Bakal Diikuti 25 Negara
Laksda TNI I Nengah Gede Ary Atmaja (Ali Ma'shum/Radar Lombok)

MATARAM — Persiapan terakhir Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018  digelar. Hal ini ditandai dengan dengan digelarnya konferensi Final Planning Conference (FPC) di Mataram, Selasa  kemarin (6/3). Kegiatan ini dibuka  Asisten Operasi (Asops) Kasal Laksamana Muda TNI Ary Atmaja.

FPC ini lanjutan kegiatan Initial Planning Conference (IPC)  dan Middle Planning Conference (MPC). Sehingga FPC ini adalah pertemuan tahap akhir dalam rangka pelaksanaan MNEK 2018 yang akan digelar dari tanggal 4 sampai 9 Mei mendatang di Mataram.

Dikatakannya, negara-negara didunia saat ini masih memegang prinsip dalam pertahanan negaranya sesuai dengan adagium  Si Vis Pacem Para Belum ( jika ingin damai bersiaplah untuk perang). MNEK 2018 adalah latihan bersama yang melibatkan banyak negara. ‘’ Tujuanya untuk membangun kepercayaan angkatan laut negara-negara di dunia. Khususnya yang berkaitan dengan permasalahan keamanan maritim. Negara-negara peserta latihan ini telah melaksanakan diplomasi bagi negaranya yang menjadi salah satu peran universal angkatan laut di dunia,’’ ujar Laksamana Muda TNI I Nengah Gede Ary Atmaja.

MNEK 2018 rutin digelar tiap dua tahun sekali. Pelaksanaan MNEK 2018 ini untuk yang ketiga kalinya. Tahun ini,diundang  angkatan laut negara sahabat untuk bekerja sama dalam menangani bencana alam dan membantu masalah-masalah kemanusiaan. ‘’ Pesan yang disampaikan betapa hebatnya perdamaian dan persahabatan ini. Kita saling bantu apabila ada negara yang mengalami bencana alam atau musibah,’’ ungkapnya.

MNEK 2018 ini rencananya akan dihadiri oleh 25 negara. Diantaranya Brunei Darussalam, Uni Emirat Arab, Bangladesh, Vietnam, Philipina, Singapura, China, Polandia, Brazil, Mexico, Rusia, Australia, Arab Saudi, Amerika Serikat, Peru, Malaysia, Jepang Korea Selatan, Prancis, Myanmar dam Srilanka. ‘’ Yang sudah terkonfirmasi itu ada 17 negara sudah siap menurunkan kapal perang dan pesawatnya. Yang datang di kegiatan ini para perwira yang paham masalah teknis. Sekembalinya dari PFC ini akan menjelaskan secara tehnis dan detail di angkatan laut negaranya,’’ terangnya.

Latihan MNEK 2018 ini digagas oleh TNI AL. Merupakan kegiatan penting  dalam bentuk latihan non perang dengen mengedepankan kerja sama maritim di kawasan regional untuk mendapatkan dasar bangunan kuat yaitu kepercayaan, antar negara dan antar angkatan laut.

Selama kegiatan MNEK 2018 ada beberapa kegiatan yang  dilaksanakan. Diantaranya, penandatngan prasasti, pembangunan infrastruktur atau Engineering Civis Action Programme(Encap), bakti kesehatan, parade kota, program budaya, pameran maritim, fieet run, fun bike, program kuliner penenggelaman prasasti, transplantasi terumbu karang dan sailing pass. ‘’ Inilah rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan nanti,’’ pungkasnya.

Selain diskusi, FPC ini dilaksanakan peninjauan oleh perwakilan dari seluruh delegasi ke tempat-tempat yang akan dijadikan lokasi kegiatan. Lombok Utara yang dijadikan kegiatan pembangunan infrastruktur (Encap) dan bakti kesehatan. Rumah sakit Mataram untuk fasilitas Chamber. Gili Trawangan untuk transplantasi terumbu karan. Serta pelabuhan Lembar yang akan dijadikan lokasi Fleet Inspection.(gal)