MKKS SMP Kota Mataram Sibuk Bahas UN

RAPAT MKKS: Jajaran Rapat MKKS SMP/MTs Kota Mataram tengah membahas tentang persiapan UN (NASRI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Menjelang Ujian Nasional (UN), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs Kota Mataram mulai sibuk dengan pembahasan Ujian Nasional (UN) yang sudah kian dekat. Dalam pembahasannya, semua sekolah dibawah MKKS sepakat melaksanakan ujicoba dengan dua jenis.

Ketua MKKS SMP/MTs Kota Mataram, H. Lalu Suwarno mengatakan, kegiatan seperti UN ini merupakan kegiatan yang wajib ada setiap tahun dan dituntut pelaksanaan dan hasilnya harus maksimal. Dengan demikian pihaknya pun menyadari hal tersebut sangatlah penting. Praktis, jauh-jauh sebelumnya, pihaknya menggelar rapat MKKS secara terbuka bersama seluruh Kasek. 

Dalam kesempatan itu, hadir semua kepala sekolah SMP/MTs. Dari banyak sekolah dan madrasah yang hadir, tidak semuanya akan menggelar UN dengan berbasis komputer, tapi masih ada juga yang manual.

"Untuk pelaksanaannya kami akan sesuaikan diri dengan kondisi sekolah masing masing," Katanya Rabu (25/1).

[postingan number=3 tag=”un”]

Berdasarkan aturan dari pusat terkait pelaksanaan UN di semua sekolah, jelasnya, ada dua jenis aturan baku. Pertama, sekolah harus menyelesaikan semua program pembelajaran dan siswanya harus memiliki nilai sikap yang baik. Kemudian untuk aturan selanjutnya bisa ditentukan oleh sekolah masing-masing sesuai kondisinya.

Misalnya, salah satu sekolah menentukan nilai sebesar 60 dengan nilai rata-rata 65. Begitu juga dengan sekolah lainnya bisa ditentukannya sesuai keadaan dan kemampuan siswanya.

Adapun untuk ujicoba yang merupakan praktik dari UN dilakukan dengan cara dua sistem. Yakni akan menggunakan computer (CBT) dan kertas (PBT) yang akan dilaksanakan awal April mendatang. Ujian akan dilaksanakan selama tiga kali berdasarkan kesepakatan dari dinas, MKKS dan masing-masing sekolah.

Ketentuan tersebut, terus dibahas pihaknya agar pelaksanaan UN dan US berjalan maksimal. “Melalui MKKS ini, kami intens membahasnya," tambah Suwarno

Sementara itu, salah satu anggota MKKS sekaligus Kepala SMPN 7 Mataram, H Muhammad Sibawaih mengatakan, dalam hal ini memang telah ada aturannya. Namun ada juga yang disesuikan dengan kondisi sekolah. Dengan demikian dirinya selaku Kasek akan merapatkan dengan elemen yang ada di sekolahnya agar nilai dan yang lainnya bisa ditentukan sesuai kemampuan siswanya.

Apalagi, dirinya mengaku dalam hal UN untuk pertama kalinya akan menggunakan CBT. Praktis, sangat perlu pihaknya juga membahasnya secara internal. Namun dalam hal ini, pihaknya tetap akan mengacu pada dinas, MKKS dan kesepakatan yang ada di internal sekolah.

Baginya hasil pembahasan UN yang dilakukan MKKS sangat bagus. Ini mengingat beberapa jenis pos UN dan US dijelaskan secara detail, baik sekolah yang akan menggunakan CBT maupun yang masih menggunakan PBT. Kondisi tersebut menurutnya akan menambah refrensinya untuk mempersiapkan diri pada saat ujicoba dan UN sudah tiba. (cr-rie)