Mirip…???

celoteh edisi 3

Abu Bongoh dan Guru Dolle sedang menggembalakan sapi. Sambil menunggui sapi mereka merumput, ke duanya pun berbincang-bincang di bawah pohon.

“Kalau dilihat dari depan, sapi kita tidak ada bedanya yah?” kata Bongoh.

“Betul juga. Bisa-bisa nanti tertukar,” jawab Dolle.

“Aku ada ide. Bagaimana kalau kau potong saja sebelah telinga sapimu, agar kita bisa bedakan,” kata Bongoh.

“Caru poda… Ide bagus,” kata Dolle senang.

Akhirnya Guru Dolle memotong sebelah telinga sapinya.

“Nah sekarang sapi kita tidak akan pernah tertukar,” kata Guru Dolle.

BACA JUGA :  Lantaran Kodok

“Benar. Tapi kalau dari belakang kok tetap sama yah?” kata Abu Bongoh.

“Benar juga. Jadi bagaimana?” tanya Dolle.

“Begini, karena sapiku sudah dipotong telinganya, bagaimana kalau sekarang sapimu yang dipotong ekornya?” kata Bongoh.

“Edde… Caru… Setuju !!” jawab Dolle senang.

Kemudian Guru Dolle memotong ekor sapinya.

“Nah, akhirnya sapi kita benar-benar tidak akan pernah tertukar,” kata Dolle lega.

“Nah… gimana kalau kita buktikan bahwa sapi kita benar-benar beda. Tuh ada si Krotek. Kita minta dia yang menilai secara objektif, kalau sapi kita benar-benar sudah berbeda?” kata Abu Bongoh.

BACA JUGA :  Serba Sakit

“Ayo Tek…. Bisakah kamu membantu membedakan kedua sapi kami ini?” tanya Bongoh dan Dolle.

“Aidaaaa…… Ente bedua ini gimana sih….? Kok repotnya memotong telinga dan ekor untuk membedakan keduanya?” kata Krotek heran.

“Agar jelas bedanya,” jawab Dolle dan Bongoh serentak.

“Ya jelas saja beda dong, yang satu warnanya putih, yang satu warnanya coklat,” kata Krotek dan meninggalkan kedua sahabatnya mencari bahan membuat Sepat saat berbuka. (*)