MIN Jelantik Butuh Perluasan Lahan

BERMAIN: Murid-murid MIN Jelantik tengah bermain di arena halaman sekolah yang relatif sempit (SAPAR/RADAR LOMBOK)

PRAYA–Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Jelantik, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah (Loteng), mengeluh lantaran lahannya sangat sempit. Imbas sempitnya lahan madrasah tersebut berakibat signifikan bagi kalangan murid dan komponen madrasah lainnya.

Kepala MIN Jelantik, Kecamatan Jonggat, H Abdul Patah, MPdI mengatakan, sempitnya lahan madrasah tersebut membuat murid kurang leluasa bermain kala jam istirhat belajar.  “Kita hanya memiliki lahan 21 are, itu sangat sempit, lebihnya lagi jumlah siswa setiap tahunnya terus mengalami peningkatan,” katanya, Rabu (5/10).

Untuk melakukan perluasan, ujarnya, sudah sangat tidak bisa. Ini karena di sisi barat madrasah itu ada jalan yang menghubungkan satu dusun dengan dusun yang lain. Di sisi yang sama, jalan tersebut itu sudah dipagar oleh MAN 2 Praya.

Sementara di sisi timur dan selatan, sambungnya, ada kawasan pemukiman padat penduduk. Masyaralat setempat tidak ada yang mau menjual lahan mereka. Sedangkan di bagian utara, ada MTsN Jonggat.

“Sebenarnya tiga madrasah ini, yakni MAN 2, MTs Jonggat dan MIN Jelantiki masuk dalam satu lahan, dan MIN Jelantik paling sedikit,” tuturnya.

Untuk menyiasati hal itu, lanjutnya, hanya satu langkah yang harus dilakukan. Yakni menaikan gedung madrasah menjadi dua lantai. Untuk melakukan hal tersebutdibutuhkan anggaran besar.

Dikatakan, penambahan Ruang Kelas Belajar (RKB) juga tidak kalah pentingnya. Ini karena jumlah siswa setiap tahunnya terus bertambah. Dimana saat ini jumlah murid sebanyak 319 orang siswa. Dengan jumlah ini pihaknya telah mencoba menjadikan kelas 1 hingga V menjadi kelas paralel, sedangkan kelas VI hanya satu kelas. (cr- ap)