Millenial Trigger Industrialisasi Kembangkan Daerah dengan Inovasi

ROADSHOW DAN TALKSHOW INDUSTRIALISASI DI KOTA BIMA

Roadshow Disperin NTB Kota Bima
MILLENIAL : Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah, Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti pose bersama para IKM Millenial Kota Bima.

KOT BIMA – Millenial NTB dengan fungsi agen perubahan dapat mengembangkan industri dengan memantik munculnya wirausaha baru yang kreatif  dan memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti dalam kegiatan Roadshow Industrialisasi di Museum Asi Mbojo, Kota Bima (13/9). Pada pelaksanaan Expo Industrialisasi yang dilakukan bersamaan dengan talkshow, hadir produk produk yang berasal dari inovasi Millenial Kota Bima.

“Kita bisa melihat inovasi yang dihasilkan oleh para alumni Perguruan Tinggi yang telah pulang untuk membangun Kota Bima, sesuai dengan salah satu program Wali Kota Bima, yaitu melahirkan wirausaha baru,”  kata Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Nuryanti.

Yanti berharap dengan hadirnya seluruh stakeholders diharapkan mampu menjadi ekosistem industrialisasi yang dimulai dari hulu hingga hilir. Tentunya dengan teknologi yang memadai, produk IKM Kota Bima mampu bertahan lebih lama.

“Para milenial Kota Bima sudah mampu menghadirkan berbagai produk yang luar biasa dan ini sesuai dengan program mencetak wirausaha baru dari para milenial,” kata Nuryanti.

Baca Juga :  Bersinergi Mewujudkan Halal Industrial Park di NTB

Sementara itu, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah yang menjadi narasumber Talkshow mengapresiasi Wali Kota Bima yang menghadirkan geliat UMKM dan tidak kalah dengan kabupaten/lota lainnya. Gubernur Zul menyampaikan, dalam ekonomi ada namanya sektor tradisional, sektor industri, sektor digital. Ketertinggalan NTB karena belum beranjak dari masyarakat tradisional menuju masyarakat industri, sehingga pergerakan dari tradisional ke industri ini yang disebut dengan industrialisasi.

“Siapa pun pemimpinnya jika masyarakat masih berkutat pada sektor tradisional, maka sangat rentan terkena dekteting harga dari penjualnya,” ucap Gubernur Zul.

Oleh karena itu,kata Gubernur Zul, makanya yang disebut industrialisasi itu adanya kesadaran dan semangat dari pimpinan, bahwa tidak akan beranjak mencicipi kesejahteraan dan kemakmuran jika tidak ada keberanian mengubah komoditas.

“Upaya serius industrialisasi bahwa yang dihasilkan daerah kita juga diolah di sini,” tuturnya.

Gubernur Zul menambahkan harus ada keberanian memastikan untuk penggunaan produk lokal yang dimulai dari pemerintahan, sehingga ada insentif bagi milenial penggiat UMKM. Ketika milenial mendapatkan intensif untuk berkembang, keinginan belajar digitalisasi dan sains akan menjadi daya tarik kedepan, sehingga tidak perlu khawatir kehilangan bahan baku yang nantinya bisa dipasok dari Indonesia Timur. “Termasuk dengan peningkatan nilai tambah akan ada pekerjaan baru yang tercipta kemiskinan dan pengangguran bisa dikurangi,” tegasnya.

Baca Juga :  Lombok Utara Miliki Potensi BUMDes Mart Jajakan Produk Lokal

Sementara itu, Wali Kota Bima M Lutfi menyebut bahwa UMKM di Kota Bima berjumlah 23.034 pelaku usaha. Untuk mendukung pemberdayaan industrialisasi, Pemerintah Kota Bima mendirikan rumah kemasan yang diperuntukkan bagi masyarakat yang mau menjadi wirausaha dengan tampilan produk yang menarik.

“Kita siapkan rumah kemasan untuk mendukung UMKM untuk maju,” katanya.

Dukungan terhadap UMKM juga diberikan oleh La Rimpu, salah satu sekolah yang didirikan oleh Prof Atun Wardatun. Sekolah ini fokus kepada reaching awareness (membangun kesadaran) terhadap masyarakat, salah satunya produk ekonomi kreatif dengan memberdayakan Millenial sebagai fasilitatornya. (luk)

Komentar Anda