MGPA Klaim Belum Ada Rekrutmen Marshal

DILATIH: Para pemuda yang akan diperkenalkan terkait marshal saat dilakukan tes sweb sebelum mengikuti pelatihan, Selasa kemarin (6/4). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYAMandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku pengelola Sirkuit Mandalika, menegaskan sampai dengan saat ini pihaknya belum melakukan rekrutmen terhadap marshal. Dimana rekrutmen nantinya akan dilakukan secara ketat dan akan menggandeng Ikatan Motor Indonesia (IMI). Adapun sebelumnya hanya perkenalan terhadap tugas dan pungsi dari marshal saja.

Chief Strategic and Communication Officer MGPA, Happy Harinto menegaskan, bahwa sampai dengan saat ini belum ada rekrutmen terkait marshal ini. Karena memang saat ini masih tahapan sosialisasi dan standarisasi untuk marshal sangat ketat, mulai harus bisa bahasa inggris dan larinya cepat hingga berbagai persyaratan lainnya.

“Jadi ini baru sosialisasi dan belum rekrutmen dan yang melakukan pembelajaran adalah Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan saya di IMI sebagai direktur internasional event dan akan bersama FAM. Jadi IMI dan FAM ini yang nanti bekerjasama dengan Pemda Lombok Tengah, dan standarisasi untuk marshal sangat tinggi,” ungkap Chief Strategic and Communication Officer MGPA, Happy Harinto, kemarin.

BACA JUGA :  Safari, Bupati Kembali Umbar Janji

Pihaknya menegaskan adapun yang dilakukan terhadap ratusan orang ini masih sebatas tes ombak atau sosialisasi. Dimana IMI sebelumnya hanya melakukan dalam kurun waktu dua hari untuk melihat seberapa besar animo masyarakat terkait marshal ini. “Jadi belum lagi kedepan dokter, para medis dan lain sebagainya. Banyak yang akan kita rekrut tapi ini bukan MGPA tapi itu langsung dari IMI dan FAM, ”tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri menegaskan bahwa, untuk rekrutmen marshal ini memang tidak sembarangan. Sehingga masyarakat diharapkan untuk mempersiapkan diri. Mengingat tugas marshal juga kedepan sangat berat untuk mensukseskan event MotoGP ini.

BACA JUGA :  Cerita Inaq Munerah Asal Loteng, Berhaji di Usia 119 Tahun

“Jadi harus juga paham bahasa Inggris, jangan sampai nanti pembalap jatuh terus diajak bicara malah marshal tidak paham artinya, maka akan sangat susah. Disatu sisi untuk gestur tubuh juga sangat dipertimbangkan. Karena motor yang digunakan bukan motor sembarangan dan lumayan berat. Jangan sampai nanti pembalap jatuh malah motor tidak bisa diangkat,” ungkap Lalu Pathul Bahri.

Pihaknya menegaskan meski banyak masyarakat atau para pemuda yang menginginkan menjadi marshal. Tapi pihaknya menegaskan tentu kedepan tidak semua bisa terakomodir. Sehingga pihaknya berharap agar masyarakat mempersiapkan diri dengan matang. “Yang jelas kedepan tentu akan melibatkan berbagai pihak juga. Tapi tidak semua bisa tertampung, karena memang sudah ada kereteria,” tegasnya. (met)