Meski Pandemi, Tren Investor Pasar Modal Terus Naik

I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana
I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana

MATARAM – Tren pasar modal di NTB semakin meningkat, meskipun di tengah pandemi Covid-19. Meski masuknya varian baru Omicron tidak mempengaruhi tren orang berinvestasi di pasar modal. Bahkan diprediksi laju pertumbuhannya kian naik.

Kepala Cabang Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menerangkan, ditemukannya kasus Omicron di Indonesia tidak berpengaruh secara signifikan sejauh ini di Pasar Modal. Memang saat diumumkan adanya Omicron hari itu IHSG turun, tapi kemudian kembali rebound hingga hari ini.

“Rencana perusahaan IPO juga tidak terdampak dengan Omicron. Tidak ada pengaruh signifikan, Covid-19  saja malah semakin rame,” ujar I Gusti Ngurah Putra Sandiana, Rabu (22/12).

BACA JUGA :  Ayo Masyarakat NTB, Investasi Saham Syariah di Pasar Modal

Artinya, lanjut Sandiaga, masih ada harapan terus meningkat untuk pasar modal di NTB. Bahkan sangat optimis, karena kemungkinan kondisi Omicron sama halnya dengan Covid-19 yang tidak mengganggu pasar modal. Terlebih banyak bisnis yang tidak jalan di masa pandemi ini akhirnya sebagian yang memiliki dana, tapi bisnisnya tidak jalan mereka mengelolanya di pasar modal.

“Betul, orang punya modal sekarang lebih banyak dialihkan ke saham. Karena ini dirasakan bisa jangka panjang juga,” terangnya.

BACA JUGA :  Ayo Masyarakat NTB, Investasi Saham Syariah di Pasar Modal

Pada masa pandemi saja, berdasarkan data BEI NTB kenaikan jumlah investor pasar modal sampai bulan 10 sudah melebihi 100 persen. Investor pasar modal ada reksadana itu sudah sebanyak 54.108 SID atau naik 101,41 persen. Jumlah investor saham di NTB sampai Oktober sebanyak 22.422 SID atau orang. Jika dilihat sepanjang 2021 secara year to date dari Januari-Oktober naik 100,77 persen. Kenaikan jumlah investor nasional juga menjadi bagian perkembangan di NTB. (dev)