Meski Pandemi, PMI Terus Membantu Korban Gempa Lombok

KIT DISINFEKTAN: PMI memberikan distribusi kit disinfektan dan pemasangan tempat cuci tangan pakai sabun. (pmi for radarlombok.co.id)

MATARAM-Palang Merah Indonesia (PMI) mempertahankan komitmen kemanusiaan terhadap masyarakat yang terkena dampak Gempa Lombok yang terjadi pada 2018.

Sekretaris Jenderal PMI, Sudirman Said mengatakan relawan PMI telah berada di lapangan sejak terjadinya gempa Lombok 2018 melakukan respon kemanusiaan.

Sejak itu PMI terus memberikan layanan teknis melalui berbagai program termasuk menyediakan akses air bersih, sanitasi dan kebersihan (WASH), bantuan, uang tunai / voucher, kesehatan, PRB (Pengurangan Resiko Bencana) dan logistik

“Relawan kami selalu menjadi yang terdepan setiap kali terjadi bencana. Dua tahun lalu, pasca gempa Lombok 2018, kami mengerahkan 1.186 relawan untuk membantu masyarakat yang terdampak,” kata Sudirman Said dalam keterangan tertulis seperti yang diterima radarlombok.co.id, (22/8/2020).

Ketika pandemi virus Corona mulai menyebar ke seluruh dunia, PMI menyesuaikan operasi pemulihan yang sedang berlangsung dan memenuhi tantangan baru yang muncul.

Penyelarasan program termasuk intervensi kesadaran Kesehatan hingga ke semua wilayah terdampak dengan secara agresif melakukan edukasi publik dan juga kampanye Kesehatan pencegahan Covid-19 di tingkat komunitas.

Komunitas selalu menjadi inti dari kerja PMI dengan secara aktif melibatkan para relawan dan personelnya dalam merancang dan melaksanakan program pemulihan untuk memastikan membangun komunitas.

“Dalam menanggapi pencegahan COVID-19, kami mengerahkan 6.940 relawan dari seluruh Indonesia, terutama ke delapan provinsi dengan kasus COVID-19 terbanyak. Mereka berada di garda terdepan, langsung menembus ke zona merah,” jelas Sudirman Said.

Data pemerintah Lombok melaporkan lebih dari 2.000 kasus Covid-19 dengan 136 kematian di Lombok.

Untuk memperingati ulang tahun kedua Gempa Lombok 2018 dan Hari Kemanusiaan Sedunia pada 19 Agustus 2020 lalu, PMI juga memberikan distribusi kit disinfektan dan pemasangan tempat cuci tangan pakai sabun.

Menyusul implementasi ‘normal baru’, PMI mendorong respons pencegahan yang lebih intens melalui penyemprotan disinfektan di lokasi yang rentan, seperti sekolah, tempat ibadah, kantor, dan pasar.

Selain itu, juga menerjunkan relawan untuk melakukan edukasi terkait protocol kesehatan hingga tingkat rumah tangga, khususnya dalam hal pemakaian masker, cuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak fisik.

“Total ada 657.651 penerima manfaat dari bantuan kemanusiaan PMI. Pembelajaran yang didapat dari dua tahun terakhir saat melaksanakan operasi pemulihan pasca gempa juga berguna dalam merespon pandemi saat ini,” katanya. (gt)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaPendakian Rinjani Dimulai Hari Ini
Berita berikutnyaGudang Material Bangunan di Selagalas Terbakar