Meski Juara Dunia, Zohri tak Sepelekan Porprov

Lalu Muhammad Zohri
Lalu Muhammad Zohri

MATARAM – Kemampuan Lalu Muhammad Zohri sebagai sprinter masih belum sebanding dengan atlet-atlet lainnya di NTB. Penampilan perdana Zohri di lintasan atletik GOR 17 Desember pada ajang Porprov semakin sempurna setelah ia berhasil mengalahkan Iswandi, Arif Rahman, Supratman dan M. Suryono dengan catatan waktu 21,50.

Pada perhelatan Cabor Atletik tersebut, KLU menurunkan Zohri di nomor 200 meter dan estafet. Adapun laga yang dilaluinya, Kamis (13/12), adalah nomor 200 meter. Pada kesempatan tersebut Zohri berhadapan dengan sprinter Iswandi dari KSB, Supratman dari KLU, Arif Rahman dari Kota Bima dan M Suryono Kota Bima juga.

Di laga perdananya itu Zohri berhasil sebagai yang tercepat diantara keempat lawannya. Kemudian disusul oleh Iswandi dan Arif Rahman.” Alhamdulillah saya bisa pertahankan diri sebagai yang tercepat,” ungkap Zohri Kamis (13/12).

BACA JUGA: Petinju NTB Borong 7 Medali di Kejurnas Lampung

Keberhasilannya ini disebutnya memiliki kaitan erat dengan latihan yang dilaluinya beberapa bulan belakangan ini sejak dirinya berhasil meraih juara dunia junior di Finlandia beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Zohri sempat diklaim masih punya kekurangan pada teknik start. Namun ia rupanya tidak pernah berhenti berlatih. Selain saat ini dibina di Pelatnas, ia juga kerap mendapat ilmu dari pelatih andal luar negeri. Seperti pada bulan lalu, ia diberikan latihan oleh Harry Marra.

Selain karena semangat dan doa, pengaruh intensitas latihan disebutnya sebagai salah satu faktor ia tetap bisa menjadi yang tercepat. Meski pernah mendapat gelar juara dunia, bukan berarti di laga setingkat provinsi ini ia meremehkan lawannya. Justru ia mengaku tetap melakukan latihan sebelum ia tampil di nomor yang sudah ditentukan pelatihnya. “ Walaupun gaungnya mungkin setingkat provinsi. Bukan berarti saya tidak latihan, justru saya semakin intens latihan. Karena hanya dengan cara itu saya bisa tetap bertahan untuk menjadi yang terbaik,” lanjutnya.

Sementara itu Iswandi yang sebelumnya dijuluki manusia tercepat NTB mengakui kehebatan serta peningkatan kualitas Zohri. Kecepatan Zohri sudah melampaui batas standar sprinter NTB. Ia mengaku angkat topi sama juniornya itu, karena pada saat menjalani laga. Meski ia berada di posisi kedua setelah Zohri, jaraknya terbilang terpaut cukup jauh. Sehingga ia benar-benar tidak bisa mengejar ketertinggalannya saat berada di belakang Zohri.

BACA JUGA: Event Olahraga Bangkitkan Ekonomi NTB

Iswandi juga mengaku kekuatan Zohri belakangan semakin meningkat. Hal itu dirasakan olehnya, setelah ia menghabiskan laga nomor 200 meter bersama Zohri dan yang lainnya. Zohri dilihatnya tampak biasa-biasa saja saat sampai garis finish. Berbeda dengan dirinya dan peserta yang lainnya. Mereka kelihatan sekali kelelahan setelah sampai garis finish. “ Harus kita akui kehebatan Zohri itu, peningkatan kualitas serta kecepatannya semakin tinggi,” tutupnya. (rie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid