Mesin Pengolahan Air Berharga Miliaran, Mangkrak

PENGOLAHAN AIR: Kondisi terkini mesin pengolahan air laut menjadi air tawar di Dusun Ujung Betok, yang konon harganya miliaran rupiah, namun kini mangkrak dan tidak beroperasi (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Proyek pemerintah berupa mesin pengolahan air laut menjadi air tawar yang berlokasi di Dusun Ujung Betok, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, kini mangkrak dan sia-sia. Padahal, mesin berharga miliaran rupiah itu diberikan pemerintah melalui Dinas Perikanan Kabupaten Lotim pada tahun 2015 lalu, adalah untuk membantu mengatasi kekurangan air bersih warga selatan.

Keterangan yang berhasil di himpun Radar Lombok, mesin ini hanya pernah di pakai tak lebih dua bulan saja, sejak diberikan oleh pemerintah. Padahal ketika mesin pengolahan air ini beroperasi, masyarakat cukup terbantu. Namun kini tidak jelas, karena semua komponen di dalam mesin juga sudah tidak ada tersisa.

Salah satu warga setempat yang tidak mau disebut namanya mangatakan, semua mesin pengolahan air laut menajadi air tawar yang ada di mesin itu sejak mulai di operasikan sudah tidak dipakai lagi. “Genset, aki dan semua mesin ini sudah tidak ada. Padahal konon harganya miliaran rupiah. Kita (masyarakat, red) sudah mencari, dan menanyakan mesin-mesin itu ke kepala dusun. Tapi tidak ada jawaban jelas dari kepala dusun,” ungkapnya kepada Radar Lombok, Minggu (16/10).

Sementara Kepala Desa Pemongkong ketika dikonfirmasi menjelaskan, sebelum mesin ini dioperasikan di Dusun Ujung Betok oleh Dinas Perikanan. Kades pernah meminta mesin dan operator harus terus ada di lapangan. Namun permintaan Kades dan masyarakat itu tak diakomodir oleh dinas terkait. Sehingga terjadilah hal seperti ini.

Bagaimana tidak, bantuan mesin yang begitu canggih, tentu berada diluar kemampuan masyarakat kalau dijadikan operator. Karena itu terjadi pemberhentian oprasi, karena memang tidak ada teknisi yang disiapkan oleh pemerintah. “Yang kita dengar, tenaga teknis yang berhubungan dengan mesin katanya disiapkan. Namun itu hanya satu yang bersekala nasional. Dia yang kita tunggu, dan kita laporkan, namun tidak ada,” ungkapnya.

Mesin pengolahan air laut ini diberikan oleh pemerintah melalui kepala dinas perikanan, yang menurutnya hanya bersifat numpang lewat saja. “Mesin-mesin ini dilengkapi dengan gallon-galon dan sejumlah peralatan laninya. Tapi informasi yang saya terima juga semuanya sudah tidak ada, termausk di mana galon itu berada,” jelasnya.

Terkait mesin mesin dan alat-alat yang diberikan oleh pemerintah, sudah tidak ada dilokasi mesin ini berada. Menurut Kades, setiap kali bertemu dengan Kadus sebagai pengelola selalu mengatakan barangnya sudah diamankan. “Katanya Kadus ini sudah diamankan, namun dari masyarakat infonya lain yang kita terima,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Camat Jerowaru, Lalu Ahmad Zulkifli, yang mengatakan akan melakukan pemeriksaan terhadap laporan masyarakat yang sudah masuk, dan melakukan penelusuran dimana mesin-mesin itu berada. “Jika mesin ini disalahgunakan oleh yang bersangkutan, akan segera kita limpahkan ke pihak kepolisian untuk ditindak lanjuti secara hukum. Tapi kita akan cari dulu dimana mesin-mesin ini berada,” pungkasnya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid