Merugi, Tiga Direktur Selaparang Energi Diberhentikan

MERUGI: Aktivitas usaha PT Selaparang Energi belum lama ini. Tiga direktur perusahaan ini diberhentikan karena perusahaan terus merugi. (M.Gazali/RADAR LOMBOK)

SELONG – Tiga direktur di PT Selaparang Energi diberhentikan secara hormat terhitung Kamis (24/6) . Pemberhentian tiga tersebut berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) belum lama ini, serta juga diperkuat dengan data dan laporan dewan pengawas.

Kebijakan ini didasarkan pada kondisi perusahaan  yang terus merugi. Hal itu tentunya berdampak terhadap kondisi keuangan dan  kontribusi PAD yang tidak sesuai harapan. Terlebih lagi modal yang disertakan daerah ke perusahaan ini nilainya cukup besar.

Sekda Lotim, HM. Juaini Taofik, ketika dikonfirmasi membenarkan tiga direktur di PT. Selaparang Energi diganti. Masing-masing  Direktur Utama (Dirut),  Direktur Operasional dan Direktur Umum.” Terhitung sejak hari ini (Kamis_red) tiga jabatan direksi di PT. Energi Selaparang diberhentikan secara hormat,” terang Juaini.

BACA JUGA :  Warga Kesal Jalan tak Kunjung Diperbaiki

Untuk mengisi kekosongan terutama untuk jabatan Dirut maka sementara akan diisi oleh pelaksana tugas (Plt).  Lebih lanjut disampaikan, pemberhentian tiga jabatan direksi itu  tidak hanya  berdasarkan RUPS dan laporan komisaris dewan pengawas. Sebelumnya Pemkab Lotim selaku pemegang saham mayoritas juga telah melakukan rapat evaluasi kinerja. Kondisi perusahaan yang terus merugi sejak beberapabulan terakhir ini juga diakui oleh jajaran direksi.” Sebelum keputusan ini kita juga telah memberikan kesempatan ke para jajaran direksi  bagaimana bisa mengambil langkah strategis agar  perusahaan tidak terus merugi.

BACA JUGA :  Banyak E-Warong tak Layak

Di tengah kondisi perusahaan seperti ini maka ada beberapa  terobosan yang harus diambil agar tidak terus merugi dan bisa bangkit kembali.  Terobosan yang dimaksud, perusahaan tersebut harus mendapatkan suntikan dana, dan berbagai terobosan lainnya. Namun terang dia, di tengah kondisi keterbatasan anggaran karena dampak pandemic, belum memungkinkan Pemkab Lotim memberikan suntikan modal ke perusahaan tersebut.” Makanya kita selaku pemegang saham telah mengambil langkah strategis dengan kondisi perusahaan yang sudah overmacht. Langkah ini terpaksa diambil yakni pemberhentian dengan hormat sampai terbentuknya panitia seleksi (pansel),” tutupnya. (lie)