Meriah, Delapan Pembalap WSBK Ikuti Karnaval Budaya Mandalika

KARNAVAL BUDAYA: Delapan pembalap WSBK turut berpartisipasi mengikuti Karnaval Budaya Mandalika, sebagai rangkaian Festival Bau Nyale, sekaligus menyambut pelaksanaan balap motor WSBK, 3-5 Maret 2023, Rabu (1/3).(M.HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA — Delapan pembalap Wolrd Superbaike (WSBK) yang akan balapan di Sirkuit Mandalika, 3 – 5 Maret 2023, telah tiba di Lombok, bahkan ikut terlibat dalam kegiatan Karnaval Budaya Mandalika. Hanya saja, rencana delapan pembalap akan diarak menggunakan “Jaran Kamput” batal dilaksanakan, karena para pembalap itu lebih memilih mengikuti karnaval dengan berjalan kaki.

Pantauan Radar Lombok, ke delapan pembalap yang mengikuti Karnaval Budaya Mandalika, diantaranya adalah Phillip Oettl (GER) dari Ducati, Axel Bassani (ITA) dari Ducati, Hafizh Syahrin (MAL) dari Honda, Lorenzo Baldassarri (ITA) Yamaha, Nicholas Spinelli (ITA) Yamaha, Bahattin Sofuoglu (TUR) dari MP Agusta, Adam Norrodin (Mal) Honda, dan Can Oncu (TUR) dari Tim Kawasaki. Mereka ikut berkeliling di sekitar Pantai Kuta, KEK Mandalika.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Lombok Tengah, H. Lalu Lendek Jayadi, mengatakan bahwa Karnaval Budaya Mandalika ini digelar untuk memeriahkan pelaksanaan WSBK 2023, yang diikuti tujuh kontingen dengan masing-masing kontingen terdiri dari 150 orang. Sehingga total ada sekitar 1.250 peserta yang mengikuti Karnaval Budaya Mandalika ini.

Para peserta karnaval berasal dari berbagai daerah yang ada di pulau Lombok, baik dari Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Baca Juga :  Vaksinasi di NTB Berjalan Progresif

“Sementara untuk pembalap WSBK ada delapan orang yang ikut. Hanya saja mereka tidak jadi diarak menggunakan Jaran Kamput. Karena para pembalap ini lebih memilih berjalan kaki, agar bisa langsung berinteraksi dengan warga atau penonton. Para pembalap WSBK ini jalan kaki juga atas permintaan dari Dorna,” ungkap Lendek Jayadi, Rabu kemarin (1/3).

Batalnya para pembalap WSBK naik Jaran Kamput, lanjutnya, bukan karena faktor keselamatan. Namun agar para pembalap ini lebih aktraktif. Disatu sisi, hanya delapan pembalap yang bisa ikut karnaval, karena para pebalap lainnya masih dalam peroses kedatangan ke Sirkuit Mandalika.

“Pembalap lain terkendala dengan jadwal penerbangan, Tetapi yang perlu kami tegaskan, tidak jadi diaraknya para pembalap menggunakan Jaran Kamput, bukan karena faktor keselamatan. Usai mengikuti karnaval, para pembalap juga diberikan kesempatan untuk bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat atau pengunjung di Pantai Kuta,” jelasnya.

Lokasi pelaksanaan Karnaval Budaya Mandalika, peserta awalnya berkumpul di Masjid Nurul Bilad, atau Bazar Mandalika, kemudian start di depan Hotel Raja sampai Beach Park, untuk selanjutnya kembali lagi ke Masjid Nurul Bilad.

Untuk Lombok Tengah peserta dibagi menjadi tiga zona, yakni zona selatan, tengah dan utara. “Bahkan ada peserta dari Sumbawa yang juga ikut karnaval, dan berpartisipasi secara mandiri. Tapi kalau dari Lombok, dilombakan,” terang Lendek Jayadi.

Baca Juga :  KPK Ajak Masyarakat Berani Lapor Praktik Korupsi

Sementara Direktur MGPA, Priandhi Satria menyatakan bahwa Karnaval Budaya Mandalika ini merupakan acara tahunan pada periode Februari – Maret, untuk merayakan Festival Bau Nyale, salah satu festival tradisional utama di pulau Lombok, untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya yang ada di pulau Lombok.

Karnaval Budaya Mandalika tahun ini sekaligus diadakan untuk menyambut dan memeriahkan World Superbike (WSBK) Indonesian Round 2023, yang diselenggarakan pada 3 – 5 Maret 2023. “Karnaval Budaya Mandalika 2023 diikuti oleh masyarakat lokal dari 5 kabupaten dan kota se-Pulau Lombok, yang melakukan pawai di jalan umum dengan menampilkan atraksi budaya, mengenakan pakaian adat yang menunjukkan identitas masing-masing daerah,” terangnya.

Karena Karnaval Budaya Mandalika tahun ini diadakan juga untuk menyambut WSBK. Maka pawai juga diikuti oleh sejumlah pembalap WSBK, untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat bertemu dan menyapa para pembalap kesayangannya.

“Karnaval ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Tengah. Sementara untuk para pembalap WSBK diberikan selendang dan ikat kepala (Sapuk) tradisional Lombok, sebagai simbol sambutan hangat dari masyarakat,” pungkas Priandhi. (met)

Komentar Anda