Meresahkan, Preman Parkir di Lotim Ditangkap

MERESAHKAN : Puluhan preman yang juga juru parkir liar ditangkap polisi di sejumlah wilayah di Lotim kemarin. (M. Gazali/Radar Lombok)

SELONG – Menindaklanjuti instruksi Kapolri, Polres Lotim melakukan penertiban terhadap orang yang diduga sebagi preman. Sebanyak 21 orang ditangkap, Senin (14/6). Kebanyakan berprofesi sebagai juru parkir, namun mereka dianggap ilegal karena tidak dilengkapi dengan atribut parkir yang jelas.” Sedikitnya ada 21 orang preman yang kita amankan. Sebagian besar para preman tersebut berprofesi sebagai juru parkir liar. Tapi mereka juru parkir dan perbuatan mereka itu bisa  dikenakan pasal 28 Perda Lotim nomor 10 tahun 2016. Dimana tidak menggunakan pakaian seragam, tanda pengenal serta perlengkapan lainnya yang ditetapkan,” kata Kapolres Lotim, AKBP Tunggul Sinatrio, ketika jumpa pers kemarin.

Baca Juga :  Kejaksaan Tetap Tunggu Hasil Audit Proyek Kolam Labuh Labuhan Haji

Ulah mereka ini, lanjutnya, mengganggu masyarakat. Tak sedikit masyarakat mengeluhkan perbuatan mereka yang sering kali memungut uang parkir di luar ketentuan yang berlaku. Perbuatan orang- orang ini juga dinilai sangat merugikan pemerintah daerah. Karenanya para preman ini sudah sesuai ketentuan yang berlaku. Hal itu juga mengacu pada Undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian. “ Ketentuan lainnya juga Perda  nomor 10 tahun 2016 tentang penyelenggaraan parkir dan Surat Perintah Tugas Nomor: Sprin/ 487 /VI/PAM.3.3./2021, tanggal 12 Juni 2021 tentang Satgas pemberantasan premanisme di wilayah hukum Polres Lotim,” beber Tunggul.

Baca Juga :  Honorer Diprioritaskan Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Selain itu diamankan juga barang bukti  yang sering dipakai ketika mereka menjalankan aktivitas parkir.”Sebagian besar para jukir atau preman itu berasal dari Kelurahan Pancor, Selong dan tersebar di sejumlah kecamatan lainnya di Lotim. Mereka menjadi Jukir liar di pusat-pusat perbelanjaan dan pasar tradisional termasuk di wisata Pusuk Sembalun,” tandasnya. (lie)