Merasa Kena “Prank” Pemda, Warga Tanam Pisang

PROTES: Warga tanam pohon pisang di Jalan Murjumeneng, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Senin (18/7). (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Ratusan warga melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di Jalan Murjumeneng, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Senin (18/7).

Aksi warga ini dipicu karena akses jalan yang rusak tak kunjung dibangun. Dan dalam hal ini, warga seakan kena “prank”, diberi sinyal untuk dibangun, tetapi tak jadi.

Tokoh masyarakat, Sukito mengatakan bahwa aksi kali ini dilakukan sebagai buntut dari kekecewaan warga yang sudah lama berharap jalannya diperbaiki, tetapi tak kunjung ada tindakan dari pemerintah. Padahal beberapa waktu lalu sempat ada informasi yang beredar di masyarakat bahwa jalan tersebut bakal diaspal mulai dari Desa Teniga hingga ujung jembatan Karang Nangka. Keyakinan masyarakat makin bertambah begitu ada alat berat datang untuk pelebaran jalan tersebut.

“Masyarakat merelakan. Ada jambu mete yang siap dipanen itu dikorbankan. Ada ibu-ibu bahkan sampai menangis saking kangennya sama jambu mete tetapi apa kita boleh buat, itu (jalan) demi untuk kepentingan bersama,” bebernya.

Namun ternyata kata Sukito baru-baru ini mereka mendapat kabar bahwa ternyata jalan ini tidak masuk dalam daftar yang akan diperbaiki dengan alasan keterbatasan anggaran. “Setelah beberapa puluh meter masuk di wilayah perbatasan Murjumeneng bagian selatan mentok di sana pekerjaannya dengan alasan keterbatasan anggaran,” ujarnya.

Baca Juga :  Progres Pembangunan Kantor Bupati 53,51 Persen

“Anehnya lagi dengan keterbatasan anggaran mentok pengerjaannya sampai di sana, kok anggaran 300 meter untuk pengerjaan jalan ini dialihkan ke Karang Nangka sana. Jalan ini ternyata dilompat. Ini yang membuat masyarakat bingung,” lanjutnya.

Kabid Bina Marga PUPR KLU Bambang mengatakan bahwa tahun ini pihaknya fokus untuk pengerjaan jalan Lingkar Selatan yang panjangnya  18 kilometer. Pihaknya sudah mengajukan anggaran ke pemerintah pusat untuk pembangunan jalan ini. Hanya saja pemerintah meminta hal mendesak yang bisa jadi pertimbangan agar jalan Lingkar Selatan ini  segera dibangun.

“Kalau potensi pertanian, semua jalan di KLU ini punya potensi pertanian. Untuk itu kami kemarin sampaikan bahwa di sana ada kantor camat, puskesmas, sekolah dan fasilitas umum lainnya. Sehingga kemarin kami dikasih anggaran untuk pengerjaan sepanjang 6,1 kilometer,” ujarnya.

Adapun sisanya kata Bambang itu akan menjadi tugas Dinas PUPR untuk memperjuangkannya agar bisa segera dibangun. Termasuk jalan yang dikeluhkan masyarakat ini. Pihaknya berencana mengusulkan pada tahun depan untuk pengerjaan. “Untuk saat ini tidak memungkinkan karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.

Baca Juga :  DPRD Sarankan Ada Kapal Damkar di Gili

Ketua Komisi III DPRD KLU Artadi mengatakan bahwa semua jalan rusak telah disampaikan ke pihak pemerintah daerah untuk diperbaiki. Termasuk ruas jalan yang dikeluhkan masyarakat Murjumeneng. Hanya saja pemerintah daerah kata Artadi tentu memiliki pertimbangan jalan yang menjadi prioritas. “Kenapa dialihkan ke bawah sana (Lendang Nangka) mungkin pertimbangan dinas itu karena fasilitas umum ada di sana. Ada kantor camat, puskesmas, UPTD dan sekolah sehingga ramai dilalui masyarakat. Untuk itu jadi bahan pertimbangan,” ungkapnya.

Terkait bagaimana nasib jalan Murjumeneng, Artadi mengaku akan memanggil para pihak terkait untuk mencari solusi bagaimana untuk bisa memperbaiki jalan tersebut. “Kita kumpul untuk mencari jalan keluar seperti apa karena kondisi jalan tersebut memang sangat parah dan sudah ditanami pohon pisang. Mungkin bisa kita ajukan di anggaran perubahan, kita lihat kemampuan daerah,” tutupnya. (der)