Menyusahkan Wisatawan, Gubernur Minta One Gate System Dikaji Lagi

TOLAK: Bendera penolakan one gate system terpasang di depan salah satu hotel di Gili Trawangan. (IST FB TORI TAYLOR)

TANJUNG – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) hingga kini belum bisa memastikan kapan one gate system mulai diberlakukan. Meskipun Bupati KLU Djohan Sjamsu sebelumnya, pernah menyampaikan bahwa one gate system dimulai pertengahan Januari tetapi hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan dimulai.

Yang ada malah Gubernur NTB Zulkieflimansyah meminta agar kebijakan ini dikaji lagi. Pasalnya dikhawatirkan mengganggu keamanan dan kenyamanan wisatawan asing. “Pindah-pindah (kapal) itu susah. Apalagi kan besar-besar (postur tubuh) mereka. Turun naiknya mereka agak susah sehingga ini tidak praktis,” ungkap Zulkieflimansyah, saat kunjungan ke Gili, Senin (9/1) lalu.

Gubernur menyarankan Pemda KLU mencari formulasi yang lebih tepat di mana, selain membuat aman dan nyaman wisatawan, daerah juga tetap mendapatkan keuntungan dari sana. “Jadi tidak harus mereka (wisatawan) dipersusah, tetapi daerah juga tetap untung,” bebernya.

“Jangan sampai kita paksakan one gate system kemudian orang tidak jadi datang ke sini. Kan susah jadinya. Mendingan orang tetap bisa langsung datang ke sini (Gili) dan fasilitasnya tetap kita perbaiki,” imbuhnya.

Diketahui, one gate system ini hanya berlaku untuk kapal cepat pengangkut wisatawan dari Bali. Biasanya, kapal cepat langsung menurunkan wisatawan di Gili. Namun dengan diterapkannya one gate system nantinya, kapal cepat tidak boleh lagi langsung menurunkan wisatawan di Gili, melainkan di Pelabuhan Bangsal. Lalu dari Bangsal, wisatawan pindah ke public boat milik Koperasi Karya Bahari (KKB) menuju Gili. Selain mengeluarkan biaya tambahan karena pindah kapal, wisatawan juga menghabiskan waktu lebih lama di perjalanan.

Baca Juga :  Bupati KLU Minta Pengusaha Kapal Cepat dan Hotel Jangan Ribut

Terkait pemberlakukan one gate system ini, Wakil Bupati KLU Danny Karter Febrianto mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya memang belum memastikan tanggal dimulainya one gate system. Saat ini masih pada tahap persiapan. Mulai dari persiapan kelaikan kapal KKB, hingga fasilitas di Pelabuhan Bangsal. Untuk kelaikan kapal sudah dipersiapkan sebulan terakhir ini dengan pendampingan dari KSOP Lembar.

Soal fasilitas di Pelabuhan Bangsal itu juga sedang diperbaiki oleh Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Pemenang. Terutama soal toilet sangat penting bagi wisatawan. “Soal cuaca juga jadi pertimbangan kami. Akhir-akhir ini cuaca masih kurang baik karena angin kencang dan gelombang tinggi sehingga kita belum bisa laksanakan one gate system,” bebernya.

“Jadi kalau tanggal sampai sejauh ini belum. Saya juga belum bisa memastikan tanggal dimulainya, tetapi yang jelas mengarah ke sana. Secepatnya,” ungkap Ketua DPD Gerindra KLU ini.

Sementara itu, Asisten II Setda KLU Rusdi mengatakan bahwa one gate system sudah pasti bakal diberlakukan meskipun masih ada pro dan kontra di lapangan. Tujuannya adalah agar Pelabuhan Bangsal lebih hidup. Kemudian wisatawan yang hendak ke Gili itu bisa diperiksa barang bawaannya oleh polisi untuk menghindari masuknya orang ataupun barang terlarang. Selain itu juga agar pengusaha transportasi lokal bisa mendapatkan manfaat dari ramainya wisatawan yang berkunjung setiap hari ke Gili. “Terkait kapan waktu pelaksanaannya ini leading sector-nya ada di dinas teknis yaitu Dinas Perhubungan,” bebernya.

Baca Juga :  Bupati KLU Hentikan Sementara Uji Coba Penyeberangan Gili-Bali Melalui Bangsal

Dan mengingat Bupati sudah merencanakan akan dilaksanakan pertengahan Januari ini, maka seharusnya bisa terlaksana. Hanya saja sampai saat ini belum diketahui tanggal pastinya. “Saya belum dilaporkan oleh Dinas Perhubungan kepastiannya,” ujar Rusdi.

Kepala Dinas Perhubungan KLU Wahyu Darmawan mengatakan bahwa persiapan one gate system sudah semakin matang, baik dari segi kapal maupun sarana prasarana pendukung di Pelabuhan Bangsal. “Cuaca saja ini yang belum mendukung,” ucapnya singkat.

Diketahui, kondisi di lapangan hingga saat ini masih pro dan kontra. Salah seorang pengusaha di Gili Trawangan yaitu Tori Taylor menolak one gate system ini. Bahkan ia memasang spanduk yang bertuliskan “Tolak one gate system” di depan hotelnya.

Kepada Radar Lombok ia menyampaikan bahwa kebijakan tersebut tidak membuat nyaman wisatawan. “Kami menerima banyak keluhan akibat ombak besar dan pembatalan pemesanan sebelumnya. Para tamu malah memilih untuk ke lokasi yang lebih mudah dijangkau,” ungkapnya.

Sementara itu tokoh masyarakat pemenang Bimbo mendesak pemda segera memberlakukan one gate system ini. Hal ini jelasnya karena sudah disepakati bersama oleh Forkopimda. Salah satu pertimbangan adalah demi pemerataan ekonomi masyarakat. Jangan sampai hanya masyarakat Gili saja yang mendapatkan manfaat. Sementara masyarakat di daratan Pemenang hanya jadi penonton. “Kami minta one gate system segera diberlakukan,” ucapnya. (der)

Komentar Anda