Menteri Nadiem Puji Keberhasilan NTB Melakukan PTM

PUJI PTM : Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim saat dialog bersama guru penggerak di LPMP NTB, Rabu (6/10). (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Anwar Makarim mengatakan NTB sangat beruntung bisa melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), karena perjuangan pemerintah daerah dan masyarakat NTB yang taat pada protokol kesehatan.

“Tidak semua daerah bisa melakukan PTM. Masih banyak siswa yang tidak bisa melakukan PTM terbatas. Namun di NTB berkat pengendalian yang efektif dari pemerintah daerah, alhamdulillah PTM bisa berjalan dengan sangat baik,” kata Menteri Menteri Nadiem Makarim saat kunjungan kerja di Unram dan LPMP NTB, Rabu (7/10).

Hadir dalam kunjungan Mendikbudristek Nadiem Makarim ke Unram, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah, Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, Kepala LPMP NTB, Mohamad Mustari bersama dengan guru penggerak yang berlangsung di halaman LPMP NTB, Rabu (7/10).

Dikatakannya, keberhasilan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 ini tentu menjadi apresiasi. Terbukti di NTB sudah melakukan PTM terbatas mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP maupun SMA sederajat, serta perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Baca Juga :  Vaksinasi Murid SD Dihentikan Sementara

Selain Itu, Menteri Nadiem juga memberikan pengarahan terkait dengan guru penggerak, mempunyai perjuangan yang luar biasa dan menjadi motivasi sendiri untuk Kemendikbudristek.

“Kalau kita tidak bisa merubah kepemimpinan sekolah-sekolah kita yang berani mengambil resiko, berani berinovasi dan mempunyai keinginan untuk memimpin perubahan. Pemimpin sama memimpin perubahan itu dua hal yang berbeda. Sangat mudah memimpin kalau kita tidak bisa membuat perubahan, akan tetapi pemimpin perubahan harus berani mengambil resiko bahkan kadang-kadang gagal dan terima konsekuensinya. tapi orang-orang seperti itulah yang membawa sistem pendidikan kita kelevel berikutnya. dan orang-orang itu berada di depan saya saat ini,” terangnya.

Sselain itu, pihaknya juga meminta supata PTM gas ful secepat mungkin.

“Saya senang sekali di NTB bisa PTM. Terima kasih pak Gubernur NTB maupun Ibu Wagub NTB serta semua kepala daerah se-NTB,” ujarnya.

Baca Juga :  Akademik dan Non Akademik Harus Seimbang

Menurutnya, tidak semua daerah bisa melakukan PTM, sebab peserta didik sudah sengsara.

“Saya juga salah satu orang tua yang sengsara, karena anak putri saya tidak bisa ke sekolah. Alhamdulillah, dua pekan lalu ceria muka anak saya saat PTM. Saya juga korban pembelajaran jarak jauh (PJJ). Saya juga bingung dikomplain terus walapun saya juga korban,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan mengatakan sesuai dengan SKB 4 Menteri yang pertama keluar hanya 3 bulan melakukan pembelajaran online.

“Setelah itu, kami melakukan pembelajaran sistem online dan tatap muka terbatas sampai saat ini,” katanya.

Menurutnya, beberapa inovasi untuk mendukung sekolah penggerak, untuk SMA pihaknya untuk mengatasi anak putus sekolah dengan membuka sekolah terbuka. jumlahnya sekitar 1.600.

“Ini cara kami untuk menciptakan merdeka belajar untuk sekolah penggerak,” katanya. (adi)