Menteri BUMN Ground Breaking Masjid Agung Mandalika

LOTENG—Menteri BUMN, Rini Soemarno, didampingi Sekda Provinsi NTB, H. Rosyadi Sayuti, Bupati Lombok Tengah (Loteng), HM Suhaili FT, Direktur Utama (Dirut) PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M Mansoer, serta jajaran Direksi ITDC, Sabtu (10/9) melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Loteng.

Masjid yang dibangun dengan biaya sekitar Rp 28 miliar ini direncanakan dapat menampung kurang lebih 1500 orang, yang terdiri 1000 orang di area dalam, dan 500 orang di area selasar. Konsep bangunan mengadopsi nilai-nilai kearifan lokal dari Masjid Bayan (KLU) dan bangunan adat Desa Beleq Sembalun (Lotim), yang dikemas dengan desain yang modern serta eco-friendly, yakni memanfaatkan penerangan menggunakan cahaya matahari, dan angin sebagai pendingin alami. Konsep masjid berwawasan lingkungan tersebut bertujuan untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dalam beribadah.

Menteri BUMN, Rini Soemarno, dalam sambutan menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Agung Mandalika memang menjadi prioritas pertama yang dibangun, sekaligus bersamaan dengan pembangunan infrastruktur dasar lainnya seperti jalan raya, energi kelistrikan, dan air bersih.

Sebagaimana diketahui sambung Rini, Provinsi NTB saat ini sedang gencar promosi wisata halal, atau friendly tourism. Sehingga sinkron dengan keberadaan Masjid Agung Mandalika yang sedang dibangun oleh ITDC ini. “Kalau semua lancar, akhir 2018 Masjid Agung Mandalika sudah dapat dipergunakan. Insha Allah pada tahun 2018 nanti kita akan bersama-sama Sholat Id di masjid ini,” ujar Rini.

Sementara Gubernur NTB yang diwakili Sekda NTB, H Rosyadi Sayuti, meyakini dengan dibangunnya Masjid Agung Mandalika, maka apa yang selama ini menjadi impian seluruh masyarakat NTB, yakni terwujudnya sebuah kawasan pariwisata terpadu di Pantai Kuta dan sekitarnya, atau Mandalika Resort akan segera menjadi kenyataan.

“Seperti ketika membangun mega proyek Bandara Internasional Lombok (BIL) dulu. Bertahun-tahun menunggu, dengan progres pembangunan yang lambat. Namun begitu ada masjid dibangun lebih dahulu di BIL, maka pembangunan selanjutnya langsung lancar. Demikian harapan kita dengan terbangunnya Masjid Agung Mandalika ini, akan memicu percepatan pembangunan-pembangunan lainnya di KEK Mandalika,” harap Rosyadi.

Sedangkan Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer menjelaskan, pembangunan masjid ini merupakan salah satu bentuk peran ITDC dalam melestarikan peninggalan sejarah dan budaya masyarakat Lombok. Selain sarana ibadah, masjid ini juga dilengkapi dengan pusat edukasi, bangunan serba guna dan area plaza yang dapat digunakan sebagai sarana pendukung kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat sekitar.

"Pembangunan Masjid ini merupakan tonggak awal pembangunan seluruh infrastruktur dasar dan fasilitas pendukung lainnya di kawasan KEK Mandalika," ujar Abdulbar.

Terkait infrastruktur dasar sambungnya, saat ini ITDC tengah melakukan pembangunan jalan sepanjang 11 km di dalam kawasan KEK Mandalika. Perseroan juga sedang membangun fasilitas pengolahan air bersih dengan teknologi sea water reverse osmosis (SWRO) yang saat ini bangunan induknya sudah selesai dikerjakan dan segera memasuki tahap commsioning atau uji coba seiring dengan pembangunan hotel-hotel di Mandalika.

Untuk pembangunan pembangkit listrik, perseroan juga telah menyiapkan lahan seluas 60 hektar (ha) sebagai lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Mandalika. PLTS tersebut diharapkan bisa rampung pada satu tahun ke depan, sehingga pada 2017 sudah bisa mengaliri listrik di KEK Mandalika. “Nilai investasi pembangunan berbagai infrastruktur dasar dan utilitasnya untuk kawasan seluas 1.175 ha tersebut mencapai Rp 3,3 triliun,” jelasnya.

Sehingga untuk mendorong percepatan pembangunan KEK Mandalika, ITDC juga menggandeng BUMN-BUMN lain, baik yang bergerak di bidang infrastruktur maupun keuangan. Melalui sinergi antar BUMN tersebut, ITDC optimistis percepatan pembangunan KEK Mandalika akan terlaksana sesuai rencana.

“Kami optimistis dengan dukungan semua pihak, termasuk sinergi antar BUMN, pengembangan kawasan Mandalika akan berjalan sesuai yang direncanakan. Destinasi wisata unggulan ini diharapkan akan memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitar lokasi wisata, terutama guna mendorong pengembangan ekonomi lokal,” pungkas Abdulbar. (gt)