Menkop Dorong Koperasi Sejahterakan Anggota

Menkop Dorong Koperasi Sejahterakan Anggota
TINJAU PAMERAN: Menkop UKM RI, AAGN Puspayoga, didampingi Wagub NTB, H. Muhammad Amin, Deputi Pembiayaan Kemenkop UKM RI, Bramansetyo, dan Kadis Koperasi UKM NTB, H Budi Subagio, saat meninjau stand pameran produk UMKM NTB di Hotel Golden Palace, Jumat kemarin (12/5). (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Menteri Koperasi (Menkop) Usaha Kecil dan Menengah (UKM) RI, AAGN Puspayoga mengatakan, bahwa peran lembaga koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sangat vital dalam mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Peran koperasi harus terus ditingkatkan dalam memberi manfaat kepada anggotanya.

“Koperasi  itu harus berkualitas sehingga bisa memberi manfaat yang besar kepada anggotanya utamanya untuk kesejahteraanya,”  kata Menkop UKM RI, Puspayoga dalam sambutan saat membuka pertemuan sinergi program pembiayaan Kementerian Koprasi dan UKM RI dengan Pemda Provinsi NTB melalui kegiatan pelatihan yang dihadiri 280 pengurus dan penggerak koperasi dan UMKM se NTB, di Hotel Golden Palace, Jumat kemarin (12/5).

Hadir juga Wakil Gubenur NTB, H. Muhammad Amin, Deputi Pembiayaan Kemenkop UKM RI, Braman Setyo, Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB, H Budi Subagio dan pimpinan sejumlah lembaga perbankan.

Menkop Puspayoga menilai peran koperasi dan UMKM sebagai penggerak prekonomian sangat vital. Oleh karena itu, kesiapan sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi sangat penting dalam menjalankan usaha koperasi secara professional dan betul-betul bermanfaat untuk anggota lembaga koperasi tersebut.

“Koperasi itu tidak perlu banyak-banyak. Sedikit tapi berkualitas dan memberikan manfaat kepada anggotanya yang dinilai dari perekonomian anggotanya yang semakin membaik dan sejahtera,” tegas Puspayoga.

Selain itu, lanjut Puspayoga pengembangan koperasi berkualitas dan juga UMKM di Provinsi NTB memiliki keterkaitan yang bagus. Terlebih lagi Provinsi NTB menjadi daerah kunjungan pariwisata nasional. Kemajuan pariwisata di Lombok harus diikuti dengan kesiapan dari pelaku UMKM dalam menyiapkan produk produk kerajinan unggulan yang memiliki nilai unik dan khas daerah. Begitu juga dengan kesiapan UMKM dalam menghadirkan produk pangan olahan hingga kuliner khas lokal NTB.

“Kemajuan pariwisata itu sangat bergantung pada kesiapan SDM dari UMKM nya. Karena itu sangat penting kesiapan masyarakat dalam hal ini UMKM untuk mendukung kemajuan pariwisata NTB,” ucap Puspayogas.

Menurut Puspayoga, Lombok memiliki kelebihan yang luar biasa dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Mulai dari alam laut, darat hingga budayanya yang unik sebagai destinasi wisata unggulan d Indonesia.

Untuk mensukseskan dan menggaungkan Lombok sebaga tujuan wisata dunia, dibutuhkan kesiapan masyarakat menerima daerahnya jadi pariwisata. Mulai dari kesiapan SDM, kesiapan pelaku UMKM dengan memperkuat lembaga koperasi yang berkualitas. “Kalau pariwisata berkembang otomatis UMKM juga akan berkembang dengan baik,” ujar Puspayoga.

Sementara itu, Wakil Gubenur NTB, H. Muhammad Amin mengatakan, peran lembaga koperasi dan UMKM di Provinsi NTB dalam pertumbuhan ekonomi sangat vital. Terlebih lagi, hampir 90 persen perekonomian di NTB didominasi oleh pelaku UMKM.

Hal tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi di NTB sangat tergantung dari pelaku UMKM diberbagai sektor, baik itu pertanian, perdagangan, perkebunan dan juga peternakan yang ikut mendukung kemajuan pariwisata di NTB. “Pertumbuhan ekonnomi NTB di topang oleh UMKM dan koperasi yang berperan besar,” kata Amin.

Karena itu, lanjut Amin, program pemerintah daerah sebagian besar untuk mendukung kemajuan pelaku UMKM. Hal tersebut alokasi anggaran untuk penguatan koperasi dan penumbuhan wirausaha baru (WUB) terus digenjot dari APBD NTB.

“Pertumbuhan ekonomi tidak hanya d dorong oleh usaha besar, tapi peran koperasi dan umkm dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sangat besar,”  ungkap Amin.

Ditambahkan, dalam pengembangan UMKM dan lembaga koperasi di NTB, Dinas Koperasi UKM NTB bersama SKPD teknis lainnya terus mendorong pelaku UMKM untuk masuk menjadi anggota koperasi. Dengan demikian keluhan terkait persoalan modal usaha bag pelaku usaha mikro yang belum bisa mendapatkan pendanaan modal dari kredit usaha rakyat (KUR) dapat dibantu melalui dana pinjaman koperasi. (luk) 

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid