Menko Airlangga: G20 Tempatkan Isu Digitalisasi Sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Airlangga Hartarto

JAKARTA–Digitalisasi berkembang pesat seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi, mempercepat pemulihan dengan konektivitas lebih cepat. Di sisi lainnya menciptakan kesenjangan karena masalah literasi.

Transformasi digital juga tidak sebatas teknologi dan gaya hidup semata, tetapi mempersempit gap, mempercepat keseimbangan dunia, dan mendukung pemulihan yang merata.

G20 telah menempatkan isu digitalisasi sebagai salah satu katalisator utama sumber pertumbuhan ekonomi baru sejak tahun 2016. Pembahasan mengenai pemanfaatan digital terus berlangsung hingga kini termasuk dalam Presidensi G20 Indonesia yang mengangkat tiga agenda utama yakni arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi.

Komitmen anggota G20 dalam membahas perkembangan teknologi digital, termasuk ekonomi digital terwujud pada elevasi Digital Economy Task Force menjadi Digital Economy Working Group (DEWG) pada Presidensi G20 Italia tahun lalu.

Melalui elevasi tersebut, DEWG diberikan untuk memajukan pembahasan ekonomi digital secara  lintas sektor dalam mewujudkan ekosistem digital yang inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan. Pada Presidensi G20 Indonesia, Kementerian Kominfo memegang peranan penting dalam melakukan streamlining pembahasan isu transformasi ekonomi berbasis digital oleh Working Groups dan Engagement Groups yang ada.

BACA JUGA :  Airlangga: Pemerintah Kembali Perpanjang dan Perluas PPKM Mikro

“Elevasi DEWG ini sangat timely karena selaras dengan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Berdasarkan laporan Bank Dunia tahun 2021, Indonesia merupakan lima besar negara di dunia dengan tingkat penggunaan tertinggi. Rerata 80% waktu masyarakat Indonesia digunakan untuk memanfaatkan teknologi internet baik berkomunikasi, surfing media sosial, maupun kegiatan lainnya,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada acara Kick Off Digital Economy Working Group (DEWG) G20 2022 yang dilakukan secara virtual, Selasa (15/03).

Selain itu,  ada peluang yang dapat dioptimalkan melalui peningkatan pemanfaatan internet secara lebih produktif. Didukung dengan percepatan pemerataan akses infrastruktur digital termasuk peningkatan investasi di sektor 5G, peningkatan kebijakan tata kelola ekosistem digital, dan pengembangan kecakapan dan literasi digital, sebagaimana yang telah dilakukan oleh pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat secara kolaboratif, Indonesia dapat mencapai potensi ekonomi digital yang semakin signifikan. Namun, tetap perlu terobosan untuk mengantisipasi pengangguran karena perubahan proses bisnis digital ini.

BACA JUGA :  Menko Airlangga: Testing dan Tracing Diharapkan Tekan Laju Penyebaran Covid-19

Disamping itu, langkah Kementerian Kominfo selaku focal point pada pertemuan DEWG G20 2022 yang membawa tiga isu prioritas yakni Connectivity and Post-COVID-19 Recovery, Digital Skills and Digital Literacy, dan Cross-Border Data Flow and Data Free Flow with Trust.

Pemilihan isu prioritas yang terkait data juga harus dilakukan dengan cerdas karena data akan menjadi komoditas penting untuk informasi dan keputusan. Oleh karena itu, tata kelola data harus disusun agar aman dan bermanfaat. Penguasaan data harus berpegang pada prinsip yang kuat untuk kehidupan yang lebih baik, bukan untuk mendominasi yang lemah.

“Selamat atas dimulainya rangkaian agenda DEWG tahun ini. Saya sampaikan dukungan penuh untuk peran DEWG dalam mendorong pembentukan deliverables konkret yang inklusif, memberdayakan masyarakat, dan berkelanjutan sebagai intensifikasi kolaborasi global untuk pemulihan ekonomi yang resilient pasca pandemi Covid-19. Recover Together, Recover Stronger,” pungkas Menko Airlangga. (*/gt)