Menjaga Keunikan Bangunan Kota Tua Ampenan

Kian Populer Berkat Jasa Netizen

Menjaga Keunikan Bangunan Kota Tua Ampenan
KOTA TUA : Bagungan tua di Ampenan. Keunikan Ampenan juga kian populer berkat jasa para netizen. (Sudir/Radar Lombok)

Jejak-jejak Ampenan sebagai kota bandar masih terlihat sampai sekarang. Bangunan-bangunan tuanya menyimpan sejarah yang harus dipertahankan untuk generasi mendatang. Pemkot harus tetap mempertahankan keunikan Kota Tua Ampenan lewat regulasi tata ruang yang pasti.


SUDIRMAN-MATARAM


Ingat Ampenan, tentu saja ingat dengan bangunan-bangunan tuanya.

Di sini hampir setiap hari ada saja warga yang datang mengabadikan bangunan tua, terutama para netizen yang berswafoto dengan latar bangunan tua. Kemarin misalnya, sejumlah gadis model berfose profesional di depan sorot kamera para fotografer handal. Warga umum juga datang berbekal android masing-masing. Setelah berswafoto, mereka bergeser menikmati aneka menu di pusat kuliner eks Pelabuhan Ampenan. Foto lalu diunggah di media sosial baik di Facebook, Twitter dan Instagram.

Bangunan tua adalah daya tarik utama Ampenan. Di banyak titik ada bangunan using yang temboknya sudah berlumut tanpa cat. Ampenan merupakan salah satu kota yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Di Indonesia sendiri terdapat 43 kota yang termasuk dalam JKPI.

BACA JUGA: Kisah Para Guru Guru Honor di Pulau Terpencil Lombok Timur

Salah seorang pengguna aktif Instagram, Nurhasanah, terlihat sedang sibuk dengan perangkat gadgetnya. Ia baru saja jepret diri dan bersiap mengunggah fotonya ke Instagram. Ya, media sosial turut semakin mempopulerkan Kota Tua Ampenan. “Kita hanya bagian dari gerakan sosial untuk mempromosikan keindahan Kota Tua Ampenan,” katanya kepada Radar Lombok.

Ampenan sebagai kota bandar telah ada sejak tahun 1924. Ampenan memang sengaja dibangun oleh Pemerintah Belanda waktu itu untuk mengimbangi kejayaan bandar-bandar lain yang ada di Pulau Bali. Ampenan berasal dari kata Amben yang dalam bahasa Sasak berarti tempat persinggahan. Nama ini sangat tepat, mengingat Ampenan merupakan kota pelabuhan tempat singgah berbagai suku bangsa kala itu.

Sekarang ada tiga kelurahan di wilayah tersebut yakni Ampenan Tengah, Dayen Peken dan Banjar. Banyak bangunan tua yang masih berdiri dengan kokoh.

Kini Pemkot Mataram membuat berbagai fasilitas untuk semakin meramaikan Ampenan. Misalnya, wisatawan bisa berkeliling menikmati bangunan-bangunan tua menggunakan cidomo. Kota Tua Ampenan kaya dengan nilai sejarah. Berbagai bangunan dengan gaya art deco seolah bercerita tentang kejayaan Ampenan di masa lalu. “Ini kita terus promosikan, sehingga betul-betul dikenal.  Sejak tahun 2010 lalu, sudah banyak wisatawan luar negeri yang datang. Bahkan bisa mengambil beberapa tempat spot foto,” ucapnya.

BACA JUGA: Mengenal Komunitas Narmada Solidarity

Ia juga berharap Pemerintah Kota Mataram betul-betul memperhatikan kondisi bangunan, serta melakukan promosi wisata yang secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan dampak positif pada masyarakat sekitar.

Komunitas pengguna Instagram lainnya, Henni Wulandari, menyebut masih banyak spot rumah tua di Ampenan yang membutuhan perhatian pemerintah sehingga tidak dirusak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. “Selama ini, keunikan Ampenan harus tetap terjaga. Karena ini kota bersejarah,”katanya.(*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut