Menjadi Wirausaha Muda NTB yang Tangguh

ICSB NTB
SEMANGAT : Ketua ICBS NTB Hj Niken Saptarini Widyawati, Kepala Disdag NTB Faturahman pose semangat bersama pengurus ICSB NTB dan 50 anggota peserta pelatihan wirausaha muda NTB.

PELATIHAN BISNIS 50 BESAR FINALIS LOMBA WIRAUSAHA MUDA NTB 2020

MATARAM – Dinas Perdagangan Provinsi NTB bersama International Council for Small Business (ICSB) NTB menggelar pelatihan bisnis 50 besar finalis Lomba Wirausaha Muda NTB 2020 yang berlangsung selama tiga hari, yakni 23-25 November 2020 di Hotel Lombok Astoria. Ketua ICSB NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Selasa (23/11) membuka langsung pelaksanaan pelatihan bisnis 50 besar finalis Lomba Wirausaha Muda NTB 2020. Hadir juga, Kepala Dinas Perdagangan NTB H Faturahman, Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti.

Ketua ICSB NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyatakan, setiap wirausaha muda NTB yang tangguh harus memiliki empat sikap kepribadian, pertama memiliki planing atau punya rencana kedepan dalam mengembangkan usaha mereka. Kemudian kedua adalah problem solving atau setiap wirausaha harus bisa menghasilkan produk menjadi solusi konsumen, ketiga adaptive organization atau setiap wirausaha harus harus beradaptasi dengan situasi dan kondisi dan terakhir keempat adalah be consistent atau setiap wirausaha harus tetap memiliki kepribadian yang konsisten dalam menjalankan usahanya.

“Untuk menjadi wirausaha muda NTB yang tangguh, harus mempunyai keempat sikap ini dalam membangun usahanya,” kata Hj Niken Saptarini Widyawati yang juga istri dari Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah ini.

Niken meminta peserta pelatihan bisnis 50 besar finalis Lomba Wirausaha Muda NTB 2020 yang berasal dari 10 kabupaten/kota di NTB ini dijadikan untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan usaha mereka. Sekaligus untuk menginformasikan jika pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Perdagangan NTB bersama ICSB sudah memiliki e-commerce, yakni NTB Mall sebagai tempat menjual dan mempromosikan produk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) secara online atau berbasis digital.

Ia juga tak menampik karena pandemi Covid-19 yang berlangsung cukup lama dan dialami hampir semua daerah bahkan negara di dunia berdampak terhadap menurunnya aktivitas ekonomi masyarakat dan ujungnya produktivitas dan penjualan produk pelaku UMKM dan IKM di NTB ikut terdampak menurun. Kendati demikian, keterpurukan ekonomi di NTB masih lebih terkendali tidak seperti Bali yang mengandalkan sektor parirwisata sebagai penopang ekonominya, merasakan ekonomi terpuruk.

Sementara itu, NTB, berdasarkan hasil proyeksi Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB menyebut ekonomi bisa lebih baik dan tumbuh positif. Begitu juga dengan penyaluran pembiayaan/kredit selama pandemi Covid-19 justru mengalami peningkatan. Ini artinya, UMKM dan IKM di NTB masih tumbuh positif di tengah pandemi Covid-19. Selain UMKM dan IKM memiliki daya tahan terhadap krisis, juga sangat terbantu dengan adanya program Pemprov NTB serta kabupaten/kota dalam Jaminan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang dengan memanfatkan produk lokal UMKM dan IKM.

“Pemerintah memaksimalkan pemakaian produk UMKM/IKM di dalam program JPS Gemilang. Program tersebut cukup membantu pemasaran produk UMKM dan IKM  di tengah kondisi terpuruk, karena Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB H Faturahman mengatakan melalui kegiatan pelatihan bisnis 50 besar finalis Lomba Wirausaha Muda NTB 2020 bisa mewujudkan kemampu wirausaha muda NTB dalam menghasilkan produk unggul dan berkualitas.

“Disdag NTB juga sebelumnya bekerja sama dengan kabupten/kota untuk pelatihan di Pulau Sumbawa dan juga di Pulau Lombok dalam meningkatkan kemampuan mereka meningkatkan kualitas produk dan juga memperluas pasar, baik secara online maupun off line,” kata Faturahman.

Faturahman menyebut keberadaan NTB Mall tidak hanya menyiapkan pemasaran secara digital (online), tapi juga ada NTB Mall Off Line atau disiapkan showroom tempat memamerkan ataupun menjual produk UMKM dan IKM. Dengan demikian, pelaku UMKM dan IKM bisa terbantu dalam menjual produk mereka di NTB Mall, baik di online maupun off line.

Bahkan, Faturahman menargetkan hingga akhir Desember 2020 mendatang, mneyiapkan sedikitnya 1000 tenan untuk UMKM di NTB Mall online maupun off line. Jika dihitung satu UMKM memiliki tiga jenis produk, maka yang bisa masuk di e-commerce NTB Mall mencapai 3.000 produk. Dengan demikian, semakin banyak produk UMKM yang bisa dipromosikan dan dijual melalui NTB Mall,maka ekonomi masyarakat semakin membaik dan meningkat dan berujung pada kesejahteraan rakyat NTB.

“Mudahan dalam pelatihan wirausaha muda NTB ini bisa menggerakkan seluruh elemen untuk bersama sama bangkit. Sehingga program kita yang sudah ada mewarnai produk Indonesia dan skala internasional,” katanya. (luk)

BACA JUGA :  Wirausaha Muda Harus Menjadi Inspirasi Anak NTB