Meninggal tak Wajar, Kuburan Dedi Dibongkar

OTOPSI : Tim forensik Polda NTB saat melakukan otopsi mayat Dedi Irwan, warga Terara Kecamatan Terara yang meninggal tenggelam di Bendungan Pandanduri Mei lalu. (Ist for Radar Lombok)

SELONG – Tim forensik Polda NTB bersama Polres Lombok Timur membongkar kuburan Dedi Irawan di tempat pemakaman umum Desa Montong Baan Selatan Kecamatan Sikur kemarin. Dedi adalah warga Desa Terara yang sebelumnya ditemukan tewas tenggelam setelah perahunya terbalik saat mincing di Bendungan Pandanduri akhir Mei lalu.

Jenazah Dedi diangkat untuk diotopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. Otopsi dilakukan berdasarkan permintaan pihak keluarga yang merasa janggal dengan kematian korban. Proses pembongkaran dijaga ketat oleh aparat.

BACA JUGA :  22 Orang Ditangkap di Lotim, 71,25 Gram Sabu Diamankan

Kasubag Humas Polres Lotim IPTU Lalu Jaharuddin membenarkan Dedi adalah korban tenggelam di Bendungan Pandanduri.” Setelah makam dibongkar, jenazah almarhum langsung diotopsi di tempat itu juga,” terangnya.

Pelaksanaan otopsi berlangsung sekitar satu jam. Sejumlah organ  tubuh korban diperiksa  untuk mengetahui apakah kemungkinan ada bekas kekerasan. Setelah itu jenazah dikubur kembali seperti semula. Tim  forensik tidak menemukan adanya bekas kekerasan di tubuh korban mulai dari bagian kepala hingga ujung kaki.” Berdasarkan hasil otopsi tersebut korban dipastikan meninggal murni karena tenggelam,” katanya.

BACA JUGA :  Panitia Pilkades Kotaraja Dipolisikan

Meski hasil pemeriksaan awal korban meninggal karena tenggelam namun tim forensik masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dimana tim dokter juga telah mengambil sampel otak korban. (lie)