Menikmati Suasana Lebaran Topat di Lombok Barat

Ada Tradisi Ziarah Makam dan Rebutan Ketupat Agung

Lebaran Topat di Lombok Barat
POTONG KETUPAT: Pjs Bupati Lombok Barat HL Saswadi memotong ketupat agung sebagai salah satu tradisi lebaran topat di Lombok Barat. (ZULFAHMY/RADAR LOMBOK)

Prosesi lebaran topat yang dilaksanakan setiap tanggal 8 Syawal sudah mengakar di masyarakat Lombok, termasuk di Lombok Barat. Tradisi  inipun kini dikemas masing pemerintah daerah guna menarik minat masyarakat dan wisatawan.


ZULFAHMI-LOMBOK BARAT


LEBARAN topat atau ketupat di masyarakat Lombok memiliki banyak nama. Namun, yang paling banyak dikenal adalah lebaran topat. Karena lebaran ini ditandai dengan pembuatan ketupat. Semua masyarakat Lombok membuat ketupat pada tanggal 7 Syawal atau sehari sebelum lebaran ketupat.

Menurut Amaq Sahnan,¬† tokoh adat dan budaya Lombok, lebaran topat dulunya hanya dikenal para tokoh agama, atau para (kiai). Sehingga lebaran ini dikenal dengan lebaran (kiai). Karena dulu hanya orang yang memiliki ketaatan atau saleh yang melaksanakan puasa 7 hari setelah bulan Ramadan. Setelah puasa 7 hari, kemudian para kiai melakukan lebaran yang disebut dengan menara topat. “Dulu lebaran topat disebut dengan lebaran kiai,” ungkapnya.

BACA JUGA: Resmi Dibuka, Pengunjung Kuta Beach Park The Mandalika Mencapai 48 Ribu

Namun kini, perayaan lebaran topat tidak hanya dirayakan para kiai, tetapi semua masyarakat bersama-sama merayakan. Sedangkan asal muasal lebaran topat disebut dengan lebaran nine (perempuan). Ini lebih kepada penghormatan kepada kaum perempuan yang disebutkan Nabi Muhammad SAW tiga kali lebih tinggi dari kaum Adam. “Disebut lebaran nine sebagai penghormatan kepada perempuan,” ujarnya.