Menikmati Potensi Wisata Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba

Ada Taman Terasering, Warga Minta Perbaikan Akses Jalan

Desa Bebidas
WISATA: Wisatawan di Taman Wisata Terasering Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur. (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

Desa-desa di Lombok Timur punya destinasi wisata yang menarik dan tinggal dikembangkan saja. Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba misalnya. Desa ini punya tempat wisata yang indah.


Janwari Irwan-Selong


DI desa ini ada Taman Wisata Terasering yang merupakan destinasi wisata unggulan yang banyak dikunjungi wisatawan baik mancanegara maupun lokal. Lokasinya tidak jauh dari jalan raya antara Suela dan Sembalun. Di desa ini warganya ramah. Pengunjung bisa datang dan merasakan keindahannya.

Mencapai Taman Wisata Terasering dan spot selfie di desa ini cukup mudah. Hanya sekitar beberapa menit menempuh perjalanan berkendara dari jalan raya besar. Tiba di tempat tersebut, suasana hati akan langsung berubah. Hamparan sawah dengan bentuk yang unik menyegarkan mata.

Di tempat ini ada penginapan kecil. Kamar-kamarnya terpisah satu sama yang lainnya. Jembatan penyebrangan dan tempat selfie dikelola langsung oleh Pokdarwis Rinjani Perkasa Bebidas. Untuk bisa masuk memang harus membeli tiket terlebih dahulu. Hargnya cukup murah, hanya Rp 5000 untuk 1 orang. “Karena keindahan alamnya yang masih alami membuat lokasi ini menjadi salah satu daya tarik. Ini yang membuat saya kesini,” kata salah satu pengunjung, Pigan Zilko Ilham.

Ia datang karena penasaran dengan apa yang diceritakan teman-temannya yang sudah datang duluan. “Memang luar biasa terasering ini, saya kira tiada duanya di Lombok. Mata jadi dimanjakan,” katanya.

Terasering memang tidak terlalu luas, namun tentu saja yang dijual suasananya yang begitu hening, sepi, asri. Bagi yang suka mengabadikan momen, tidak salah jika datang ke tempat ini samabil menikmati kopi dan sunset (matahari tenggelam). “Selain itu dari sini juga kita bisa lihat laut lepas bahkan pulau Sumbawa pun kelihatan,” ungkapnya.

Hanya saja, yang menjadi kendala saat ini adalah akses jalan masih sulit dilalui oleh kendaraan baik itu sepeda motor ataupun roda empat. Apalagi saat hujan turun jalannya licin. Bukan hanya itu penunjuk jalan maupun papan informasi ke tempat tersebut belum ada. “Ini sangat disayangkan potensi yang ada di Desa Bebidas ini. Belum ada perhataian dari pemerintah ataupun dinas terkait untuk mengembangkan destinasi teraebut,” akunya.

Walaupun kurang perhatian dari pemerintah sambungnya, akan tetapi Pokdarwis Rinjani Perkasa terus berinovasi membangun desa melalui parwisata guna menyejahterakan masyarakat setempat. Dan selama ini akses jalan maupun fasiliatas yang ada hanya menggunakan dana swadaya masyarakat. “Selama ini masih minimnya dukungan dari pemerintah terkait kelompok kami ataupun membangun fasilitas untuk menunjang destinasi wisata yang kami kelola,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Bebidas, Harmaen, mendukung dan berjanji akan memberikan modal swakelola dari dana Bumdes untuk Pokdarwis Rinjani Perkasa. “Kami dari pemerintah desa mendukung program pemuda ataupun Pokdarwis yang ada di desa kami. Nantinya kelompok tersebut akan kami berikan modal swakelola melalui Bumdes,” singkatnya. (**)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut