Mengunjungi UKM Kampung Digital Pemuda Praya Kabupaten Lombok Tengah

Sediakan WI-FI Gratis, Jadi Tongkrongan Para Pemuda Maju

Mengunjungi UKM Kampung Digital Pemuda Praya
NONGKRONG: Tampak kesibukan para pemuda di UKM Kampung Digital Kelurahan Renteng Kecamatan Praya, Sabtu Malam (11/11). (M Haeruddin/Radar Lombok)

Di tengah semakin kerasnya persaingan hidup untuk mencari pekerjaan, maka para pemuda yang ada di Kelurahan Renteng Kecamatan Praya mampu membuktikan bahwa di usia muda harus bisa menjadi wirausaha muda. Para pemuda itu kemudian berkumpul untuk membuat angkringan bisnis yang diberi nama UKM Kampung Digital.

M HAERUDDIN-PRAYA

TAMPAK puluhan pemuda sedang asyik dengan handphone (HP) dan laptop masing-masing saat berada di UKM Kampung Digital itu. Sesekali mereka menyeruput kopi dan memakan makanan yang sudah dipesan di tempat itu. Lokasi itu memang setiap waktu selalu menjadi tongkrongan yang sangat asyik dan ramai dikunjungi para muda-mudi. Karena selain bisa memesan kopi dan snack, mereka juga bisa internetan gratis dan berdiskusi.

BACA JUGA :  Mengenal Almira Dwi Zahira, Mengabdi Melalui Suara

Tongkrongan itu dicetus sekitar bulan Juni 2017 lalu oleh lima pemuda di Kecamatan Praya. Yakni, Mashur, Hotim Saputra, Murne, Lalu Sulaiman dan Zaenuddin. Lima sahabat itu memiliki ide untuk membuat lapak bisnis. Berawal melihat saat ini generasi muda banyak yang tidak memiliki pekerjaan. Dengan adanya tempat itu, maka pihaknya juga memberikan edukasi kepada para pemuda untuk menjadi wirausaha pemula. “Kita selain menjual snack dan menyediakan WI-FI gratis. Namun kita juga membuat kegiatan pelatihan ASEAN SME Academy satu kali dalam dua minggu. Di mana para pemuda dilatih untuk berbagai manajemen, seperti manajemen pemasaran maupun pelatihan keuangan dan banyak hal lagi yang intinya agar para pemuda bisa berkarya,” ungkap Mashur selaku penanggung jawab di UKM Kampung Digital saat ditemui Radar Lombok, Sabtu malam (11/11).

Dijelaskanya, keberadaan kampung UKM Digital itu diharapkan agar para pemuda dan pemudi di Lombok Tengah mampu membuktikan, bahwa stigma masyarakat banyak mengatakan pemuda hanya bisa nganggur dan tidak jarang terjerumus dalam generasi yang salah. Stigma itulah yang harus dirubah dengan menjadikan para pemuda harus bisa berkarya. “Lapangan pekerjaan sangat sulit maka pemuda harus bisa menginisiasi untuk membuka lapangan pekerjaan baru. Jangan sampai keberadaan pemuda hanya dicap sebagai orang malas dan tidak bisa berkereasi. Karena di tangan pemudalah bangsa ini akan ditentukan arahnya kedepan,” ujarnya.

Awalnya saat mendirikan tempat itu, lima sahabat itu menyisihkan uang jajanya untuk menyewa lokasi dengan harga Rp 2,5 juta. Namun, perlahan dengan ikhtiar yang terus mereka lakukan membuat banyak pihak membantu mereka untuk membesarkan angkringan bisnis itu. ‘’Alhamdulilah saat ini  kita sudah banyak mencetak wirausahawan pemula, terutama generasi muda untuk mempersiapkan generasi muda kita yang melek ITE,” katanya.

Pihaknyapun saat ini sudah bisa bekerja sama dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu-KUMKN dan melatih berbagai kalangan untuk sadar betapa pentingnya berwirausaha, terutama semenjak usia muda. ‘’Kita saat ini punya binaan sebanyak 14 orang juga yang selalu kita berikan pelatihan tentang bagaimana memanfaatkan peluang berwirausaha,” tambahnya.

Pihaknya menyampaikan, untuk mengunjungi tempat itu maka selain bisa WI-FI gratis, maka pengunjung juga bisa mendapatkan ilmu untuk menjadi wirausaha. Para tamu yang hadir juga bisa bertukar pikiran  mengenai potensi yang ada pada diri masing-masing. “Untuk itu kita selaku generasi muda agar jangan pernah malu untuk berkarya. Karena kalau bukan pemuda yang menginisiasi maka siapa lagi,” cetusnya.

BACA JUGA :  Mengenal Risma Ayu, Gadis Pilihan Barack Obama Saat Berlibur di Indonesia

Sementara itu, salah satu pengunjung Januddin, warga Praya mengaku sangat terinspirasi dengan tempat itu. Tongkrongan yang bisa mendatangkan ilmu sangat bermanfaat untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri. “Jadi kita tidak hanya bisa nongkrong ditemani kopi, tapi kita bisa saling berbagi ilmu untuk meraih mimpi,” katanya. (**)