Mengunjungi Desa Dasan Borok dengan Mural Cantiknya

Dulu Kumuh, Kini Jadi Tempat Berswafoto

Desa Dasan Borok dengan Mural
Mural : Seni mural yang menghiasi tembok rumah warga di Desa Dasan Borok Kecamatan Suralaga Lombok Timur. (M. GAZALI/RADAR LOMBOK)

Ada pemandangan cantik saat mengunjungi Desa Dasan Borok Kecamatan Suralaga Lombok Timur. Tembok kampung dihiasi dengan mural aneka tema. Kini menjadi tempat selfie alternatif.


ALI GAZALI – LOTIM


Gambar-gambar di tembok rumah warga yang ada di pinggir jalan kampung menyampaikan banyak pesan positif. Sebelum ada hiasan mural, kampung ini kumuh, tidak sedap dipandang mata. Kini seni mural menjadikannya indah dan digandrungi remaja.

BACA JUGA: Upaya Perajin Bambu Desa Loyok Bertahan di Tengah Persaingan Produk Modern

Ini adalah inisiatif pemerintah desa setempat. Oleh Pemdes, titik-titik yang sebelumnya kumuh kini tertata. Tembok dicat dengan aneka tema gambar. Pemerintah desa tidak menyangka inisiatif ini mendapat sambutan positif. Mural di Desa Dasan Borok kini viral di media sosial. Tidak saja warga Dasan Borok, warga desa lain juga datang pada sore hari sekedar untuk berfoto santai.” Awalnya kita akan bangun talud sungai, dan kita anggarkan tahun 2018 lalu. Namun karena ada kendala, maka pengerjaanya kita mulai di awal 2019 ini,” kata Kepala Desa Dasan Borok, Angga Sarimah, kepada koran ini beberapa waktu lalu.

Konsep awalnya, pada lokasi tertentu rencananya akan dijadikan sebagai lokasi pasar. Dengan menggunakan anggaran desa, mulailah dilakukan pengerjaan berupa pembagunan talud. Namun setelah pengerjaan  rampung, baru terlihat jika lokasi itu cocok dijadikan sebagai tempat berwisata. Bersama dengan tokoh masyarakat setempat, pemdes menggelar musyawarah untuk mempercantik lokasi.” Setelah kita rembuk dan sepakat, kita mulai buat muralnya. Dan sekarang hasilnya sangat baik, pemandangan menjadi cantik dengan beraneka warna-warni gambar. Total anggaran untuk pembuatan talud dan mural sekitar Rp 600 juta,” katanya.

Ternyata warga tertarik dengan keindahan mural tersebut. Terlebih lagi lokasinya berada di pinggir jalan raya. Tidak hanya warga Dasan Borok, namun warga  dari luar desa ketika melintasi tempat itu juga menyempatkan diri berhenti.”  Terutama ketika sore banyak orang datang,” ungkapnya.

Melihat potensi itu, pemerintah desa juga mengembangkan usaha kreatif dengan melibatkan remaja. Mereka menjual produk lokal sehingga mampu menghasilkan uang. Selain  hanya warga sekitar, warga dari desa lainnya banyak datang berjualan.

Dikatakan, semua gambar mural yang menempel dinding rumah  warga juga dipadukan dengan tulisan-tulisan yang mengandung pesan-pesan moral, seperti bagimana pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ada juga pesan untuk tidak menikah muda. “Banyak dari gambar dan tulisan mural itu memberikan edukasi ke masyarakat,” ungkapnya.

BACA JUGA: Perjuangan Turmuzi Menjadi Sarjana Terbaik dari Hasil Jualan Cilok

Kedepan pemerintah desa akan mengembangkan potensi yang ada, yakni dengan membangun fasilitas-fasilitas penunjang agar terus bisa menarik wisatawan untuk datang. Ini diyakani akan mampu memberikan  penghasilan bagi desa  dan juga bisa menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat setempat. “Setelah kita melihat perkembangan yang sekarang ini cukup menarik, meski masih belum sempurna. Rencananya kita juga akan buatkan Perdes. Tapi perlu pendekatan dulu dengan masyarakat. Tidak hanya di lokasi yang sekarang, beberapa tempat lainnya yang punya potensi juga akan kita muralkan,” tutupnya.(*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid