Mengunjungi Bukit Marese Lombok Tengah Saat Libur Lebaran

Wisata Murah-meriah dengan Suguhan Pemandangan Indah

bukit-marese
INDAH : Sejumlah wisatawan lokal tengah menikmati hamparan laut dari atas Bukit Marese Desa Kuta Kecamatan Pujut Lombok Tengah beberapa hari lalu. (Ali/Radar Lombok)

Bukit Marese Lombok Tengah masih menjadi pilihan wisatawan. Tidak hanya bagi wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara. Saat libur lebaran ini, kawasan wisata ini ramai pengunjung. Berkunjung ke tempat ini tidak memerlukan budget banyak. Meski begitu, pemandangan yang tersaji sungguh aduhai.


ALI MA’SHUM-LOMBOK TENGAH


Lombok memang dikenal dengan wisata alamnya yang mengagumkan. Banyak tempat wisata yang memiliki keindahan terpendam. Salah satunya adalah Bukit Marese di Desa Kuta Kecamatan Pujut Lombok Tengah.

Bukit ini persis bersebebelahan dengan kawasan wisata pantai yang juga indah yakni Pantai Tanjung Aan. Lokasinya tidak begitu sulit dijangkau. Ada dua pilihan rute untuk sampai di tempat ini. Bisa belok kanan sebelum Pantai Kuta. Namun, jalanan ini seperti tidak terurus dengan banyaknya lobang.

BACA JUGA: Melihat Tradisi Tiu, Warisan Nenek Moyang Warga Desa Jantuk

Akses lebih baik yakni yang belok kanan menuju Polsek Kuta. Sekitar 300 meter pengunjung sudah sampai di Bukit Marese. Bukit ini mulai ramai sejak beberapa tahun terakhir. Bukit ini tidak tergolong tinggi. Meski demikian, ke puncak lumayan melelahkan dengan jarak sekitar 300 meter dari bawah.

Kelelahan pengunjung terbayar lunas setelah sampai di bukit. Pemandangan indah langsung tersaji. Batu karang Pantai Tanjung Aan hingga hamparan Samudra Hindia terlihat jelas. Sangat cocok untuk menanti sunrise (matahari terbit) maupun sunset (matahari tenggelam). Di atas bukit tidak ada pepohonan.

Hanya ada hamparan rumput luas dengan pemandangan pantai yang indah. Spot mengagumkan inilah yang dinanti wisatawan. Sehari setelah Idul Fitri, ribuan wisatawan berdatangan. Mulai dari wisatawan domestik hingga mancanegara. Warga Lombok dan sekitarnya juga kerap datang ke tempat ini.

Tidak perlu berbiaya mahal. Satu mobil yang masuk ke kawasan bukit hanya dikenakan retribusi Rp 10 ribu. Sementara untuk kendaraan roda dua retribusi separoh dari itu. Pengunjung bisa menghabiskan waktu menyaksikan pemandangan indah.”Tiap tahun saya ke sini. Ini sengaja mau lihat sunset. Makanya datang sore,” ujar Nasrulloh, salah satu pengunjung.

BACA JUGA: Pendaki Hanya Diizinkan Sampai Pelawangan

Lain halnya dengan Chandra. Ia mengaku baru pertama kali datang ke Bukit Marese. Walaupun sempat tersesat ke lokasi, ia mengaku sangat terpesona dengan keindahan pemandangan di puncak bukit. “Lama tadi muter-muternya. Akhirnya sampai juga di sini. Pemandangannya indah. Anginnya juga kencang jadi hilang lelahnya. Sangat cocok untuk wisata bersama keluarga,” katanya.        

Ramainya pengunjung menjadi berkah bagi penduduk sekitar. Banyak dari mereka berjualan souvenir, makanan, minuman dan lain-lain. Inaq Indar, salah satu pedagang. mengaku wisatawan ramai yang datang. Tidak terkecuali pasca lebaran. Bukit Marese ramai dikunjungi. Keadaan ini disyukuri oleh warga setempat.” Sehari setelah lebaran sudah ramai yang datang. Di sini ramai setiap tahun,” ungkapnya.(*)