Mengintip Kreativitas Seni Rupa Komunitas Pena Lombok

Wadah Berkumpul Seniman Muda sembari Meraup Rupiah

Komunitas Pena Lombok
MENGGAMBAR: Melukis dan menggambar adalah aktivitas rutin Komunitas Pena Lombok setiap kumpul. (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

Kemajuan kreaivitas seni rupa di Lombok, semakin tampak. Banyak para seniman muda semakin berani menyalurkan bakat keindahan goresan tangannya. Mereka lantas membentuk sebuah komunitas yang disebutnya Komunitas Pena Lombok.


AHMAD YANI-MATARAM


SEKELOMPOK remaja dan pemuda tampak asyik memutar-mutar tangannya. Memainkan spidol dan mata pena kesana kemari di atas selembar kertas. Alhasil, jadilah sebuah gambar seperti yang direncanakan sebelumnya.

Tak hanya itu, beberapa kelompok juga menjadikan instrument lain sebagai tempat menggambar. Seperti spanduk, kertas, dan tembok hingga kemudian membentuk sebuah gambar yang indah. Sedap dipandang mata.

Iya, itulah kreativitas para seniman muda yang tergabung dalam Komunitas Pena Lombok. Komunitas tersebut terbentuk sejak Januari 2016 lalu. Dengan minat dan hobi sama di bidang melukis dan menggambar, sejumlah remaja dan pemuda memperkarsai pembentukan komunitas tersebut.

BACA JUGA : Pengalaman Putra Sastra, Jatuh Bangun Geluti Bisnis Online

Dengan niatan awal terbentuknya komunitas ini ialah sebagai wadah bagi anak-anak muda dalam menyalurkan bakat seninya di bidang melukis dan menggambar. “Dengan terbentuk komunitas ini bisa menjadi wadah berkumpulnya seniman muda di Lombok,” papar Solehuddin, salah satu anggota komunitas Pena Lombok kepada Radar Lombok, kemarin.

Kata dia, banyak anak-anak muda khusus di Pulau Lombok memiliki talenta dan bakat seni lukis dan gambar. Dengan ada Komunitas Pena Lombok tersebut, menjadi wadah bagi anggotanya mayoritas anak muda. Mereka beramai-ramai menyalurkan bakat seninya.

Menurutnya, banyak anak-anak muda yang memiliki bakat namun malas berkarya. Penyebabnya ialah minimnya apresiasi terhadap seni dari masyarakat. Dengan  bergabung bersama Pena Lombok, mereka menjadi lebih aktif dalam berkarya. “Kita ingin majukan seni kreatif di pulau Lombok khususnya dan di NTB pada umumnya,” ucapnya.

Terbentuknya komunitas ini, membawa dampak positif lebih besar. Tidak hanya bisa sharing ilmu, banyak ide-ide segar muncul dari anggota komunitas. Termasuk, memportofolio hasil karya, lalu mencoba menawarkan pada sejumlah perusahaan.

Anggota komunitas Pena Lombok juga didorong merintis usaha dari skill dan keterampilan melukis dan menggambar dimilikinya. Alhasil, dengan skill dan kemampuan melukis dan menggambar itu pun sejumlah anggota mampu meraup pundi-pundi rupiah. Acap kali anggota komunitas tersebut menerima pesanan desain untuk melukis dan menggambar suatu produk dan karya tertentu. Baik dari dalam daerah maupun luar daerah. “Sebagian dari keuntungan kita sisihkan bagi pendanaan kegiatan komunitas,” jelasnya.

BACA JUGA : Melihat Karya Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Unram

Dari hasil karya itu terbilang harga ditawarkan bervariasi. Harga satu buah karya bisa bermacam-macam. Pena Lombok, saat ini terus diupayakan, agar bisa lebih profesional dalam menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang membutuhkan karya seniman anggota tersebut. “Kami tidak mau disorientasi. Menumpukan semuanya pada materi atau hasil. Yang penting kami bisa menyalurkan hobi dan bakat kami, biarlah hasilnya (upah) adalah bonus,” pungkasnya. (**)