Mengenal Yafi Karnia, Penggemar Olahraga Paralayang

Yafi Karnia, Penggemar Olahraga Paralayang
LATIHAN : Yafi Karnia saat latihan di eks Badara Selaparang kemarin. (Sudir/Radar Lombok)

Yafi Karnia saat ini tercatat masih duduk di bangku kelas VII SMPN 2 Mataram. Meski masih pelajar, siswi ini penyuka olahraga yang memacu adrenalin. Ia penggemar olahraga Paralayang termuda di Kota Mataram.


SUDIRMAN-MATARAM


Ingin merasakan sensasi tegang namun menyenangkan terbang di ketinggian, pilihanya pasti olahraga Paralayang. Biasanya olahraga ektsrim ini digemari oleh mereka yang sudah dewasa. Namun Yafi Karnia mampu mencacatkan diri sebagai pemain Paralayang termuda.

Terhitung sejak 2016, ia sudah banyak mencoba tempat ekstrim sampai di Pulau Sumbawa. Selama ini ia selalu tampil mempesona dalam ajang Paralayang. “Setiap ada lomba, saya selalu tampil. Mencoba sensasi lewat ketinggian, itu membuat bahagia,” katanya kemarin (14/5).

Berbeda dengan anak seusianya yang setiap hari libur banyak ke wahana permainan, Yafi justru memperbanyak kegiatan latihan seperti di lapangan eks Bandara Selaparang maupun daerah pegunungan di sekitar Lombok Barat.” Bisa lihat alam dari ketinggian itu sangat menyenangkan,” ucapnya.

Ia terus aktif melakukan latihan untuk kesiapan bertanding. Yafi juga dikenal sebagai siswa yang berbakat dan berprestasi di bidang non akademik selama ini. Menggeluti olahraga Paralayang katanya, banyak hal yang harus diperhatikan seperti perlengkapan wajib harus digunakan. Perlengkapan utama dalam olahraga ini antara lain parasut utama dan cadangan, harness, dan helm. Beberapa pengalaman telah didapat saat bertanding. Bukan hanya sekedar melayang di atas, namun disesuaikan dengan titik lokasi mendarat. Ia juga kerap harus berusaha keras untuk bisa di titik kordinat yang telah ditentukan, sampai berbenturan dengan pohon. ‘’ Kalau sudah di atas, harus kita fokus, serta memperhatikan titik penurunan,”  tambahnya.

Selain itu perlengkapan pendukung terbang yang diperlukan antara lain variometer, radio/HT, GPS, windmeter, peta lokasi terbang, dan lain-lain. Sedang perlengkapan pakaian penerbang antara lain baju terbang/flight suit, sarung tangan, dan sepatu berleher tinggi/boot.

Sang ayah, Jupni Amri, terus memberikan dukungan. Sebagai orang tua, ia terus mendorong bakat anaknya sehingga bisa menjadi juara di kancah nasional kedepan. “ Olahraga Paralayang dinilai cukup ekstrim, apalagi saat naik bukit. Tidak semudah yang dibayangkan,” katanya.(*)