Mengenal Siswa Peraih Nilai Tertinggi UN Jurusan IPA di NTB

Ujian Nasional (UN) jenjang pendidikan SMA sederajat di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2016 ini menjadi kado terindah bagi Polycarpus David Subroto, siswa SMA Negeri 1 Mataram. Bagaimana tidak, Polycarpus David Subroto mendapatkan dua cita-citanya yang tercapai di saat  bersamaan, yakni diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) dan meraih nilai tertinggi UN se-Provinsi NTB.

————————–

LUKMAN HAKIM – MATARAM

————————–

David biasa disapa teman dan gurunya di SMA Negeri 1 Mataram tidak menyangka akan menjadi peraih nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) di Provinsi NTB pada tahun 2016 ini. David meraih nilai tertinggi UN di Provinsi NTB jurusan IPA dengan meraih nilai total 546.5 untuk enam mata pelajaran yang diujikan.

Mendekati pelaksanaan dan di saat hari-hari UN, porsi belajar remaja kelahiran 25 Februari 1988 ini tidak ada yang berlebihan. Belajar seadanya di jam –jam tertentu dan di saat malam lebih dimanfaatkan waktu tersebut beristirahat. “Belajar biasanya sore untuk memantapkan materi yang didapat di sekolah. Kalau malam lebih banyak untuk istirahat,” terang anak pertama dari dua bersaudara ini kepada Radar Lombok di SMA Negeri 1 Mataram,  Selasa kemarin (10/5).

David mengaku tak pernah menargetkan dirinya menjadi peraih nilai tertinggi UN, meski sejak duduk di bangku kelas X hingga XII di SMA Negeri 1 Mataram selalu menjadi yang terbaik di kelas dengan meraih rangking satu.  Alumni SMP Kristen Aletheia ini hanya berkeinginan mendapatkan nilai bagus dan bisa lulus diterima di Fakultas Kedokteran UGM.

Berbanding lurus dengan cita-citanya sejak kecil yang ingin menjadi seorang dokter, David mendapatkan kedua anugerah tersebut diwaktu bersamaan. Selain diterima masuk di Fakultas Kedokteran UGM melalui SNMPTN jalur Undangan, pria yang hobi membaca ini juga tak pernah menyangka menjadi peraih nilai tertinggi UN di NTB untuk jurusan IPA. “Motivasi saya hanya bagaimana caranya bisa lulus di FK UGM, tidak pernah menyangka jadi peraih nilai tertinggi UN,” ungkapnya.

Dalam kesehariannya David memanfaatkan waktu sore hari untuk belajar memantapkan materi yang didapatkan dari guru di sekolah. Seperti pelajar pada biasanya, anak pertama dari pasangan pengusaha Roy Ronaldus Subroto dan Brigitta Carolyna Wijaya, juga gemar main game komputer, namun tetap menyesuaikan waktu belajar dan main.

Setiap hari pulang dari sekolah, Daivd memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar mengulangi materi yang diajarkan oleh gurunya disekolah. Begitu juga saat sore hari, dimanfaatkan untuk belajar. Sementara untuk malam hari, lebih dimanfaatkan untuk istirahat. Karena bagi David, waktu malam itu untuk digunakan istirahat agar saat berada di sekolah kembali fresh dan bugar menerima penjelasan mata pelajaran dari guru.

Memanfaatkan waktu dengan baik, diakui David menjadi salah satu kunci keberhasilannya dalam meraih prestasi akademik. Pasalnya, sejak duduk di bangku SMP Kristen Aletheia Ampenan, David sudah meraih prestasi akademik yang membanggakan. Bahkan saat duduk di bangku kelas VII di SMP Kristen Aletheia pernah masuk lima besar peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi NTB untuk mata pelajaran Biologi.

Begitu juga saat duduk di bangku kelas XI SMA Negeri 1 Mataram, David meraih peringkat ke 2 di OSN Provinsi NTB untuk mata pelajaran Biologi. Meski ketika itu tidak lolos mengikuti NTB di OSN tingkat nasional, namun akhirnya David berhasil meraih nilai tertinggi UN di NTB dengan meraih nilai Bahasa Indonesia 84.0, Bahasa Inggris 90.0, Matematika 92.5, Fisika 92.5 Kimia 92.5, Biologi 95.0 dengan tota nilai rata-rata 546.5.

‘Saya enggak pernah menyangka dapat nilai tertinggi UN. Sangat bangga dan bersyukur dapat lulus di UGM dan raih nilai tertinggi,” tutur David.(*)