Mengenal Nana Nutrisari, Penyanyi Kecimol yang Lagi Naik Daun

Kerap Dicibir, Nyanyi untuk Bantu Ekonomi Keluarga

Nana Nutrisari
PENYANYI KECIMOL : Dewi Fitriana atau yang lebih dikenal dengan nama Nana Nutrisari, saat bersama kedua orang tuanya di Dusun Nyanggi Desa Montong Gamang Kecamatan Kopang Lombok Tengah. (FAISAL HARIS/Radar Lombok)

Nyongkolan identik dengan dua jenis kelompok musik, musik tradisional Gendang Beleq dan musik mirip drumband yakni Kecimol. Ada satu grup Kecimol yang lagi laris-manis. Namanya Megantara. Salah satu penyanyinya bernama Nana Nutrisari. Di medsos (youtube), channel yang menampilkan Nana baik saat ia bernyanyi sewaktu nyongkolan maupun saat bersantai ria banyak ditonton.


FAISAL HARIS-LOMBOK TENGAH


Iring-iringan peserta Nyongkolan membuat arus lalu lintas di ruas jalan utama wilayah Batukliang Lombok Tengah macet beberapa hari lalu. Kemacetan mengular hingga lebih dari satu kilometer. Di belakang kedua mempelai, puluhan pemuda berjoget asyik. Mereka menikmati musik yang dimainkan oleh grup Kecimol Megantara. Penyanyinya, Nana Nutrisari, menyanyikan lagu ciptaan Almahsyar berjudul “Bales Budi”. Nana begitu menghayati lirik lagu Sasak ini.

Ya, di kampung-kampung, nama Nana Nutrisari tengah populer. Suaranya bagus. Ia juga tidak “banyak gaya”. Barangkali ini yang membuat orang senang dengannya.

BACA JUGA: Inovasi Abdul Hadi, Olah Gula Aren Jadi Es Krim

Nama aslinya adalah Dewi Fitriana. Di dunia “Kecimol” ia akrab dengan nama Nana Nutrisari. Gadis ini lahir di Dusun Nayangi Desa Montong Gamang Kecamatan Kopang Lombok Tengah, 13 Maret 1998. Sejak di bangku SD ia gemar bernyanyi bersama teman-temannya. Sayang, pendidikannya hanya sampai sekolah dasar. Alasan ekonomi yang membuatnya tidak bisa lanjut sekolah. Nana adalah bungsu dari lima bersaudara dari pasangan Amaq Salmin dan Inaq Salmin.

Berbekal suara, ia diajak  menjadi penyanyi Cilokaq. Dari sini, ia terus mengasah vokal. Waktu itu bayarannya bernyanyi Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu untuk sekali tampil di acara nyongkolan dan lain-lain.

Lama sebagai penyanyi Cilokaq, ia berpindah menjadi penyanyi Kecimol. Ia dikenal sering tampil menghibur dengan membawakan lagu-lagu berbahasa Sasak. Grup Kecimol yang diikutinya banyak, mulai dari Rajawali, Bintang HKI, Kecimol Boska, Anisa, dan lain-lain. Selain itu ia juga sering mendapat undang bernyanyi pada malam hari di acara-acara syukuran pernikahan. “ Mulai ikut Megantara sejak Agustus 2018. Sebelumnya di grup Kecimol lainnya,” ungkap Nana saat ditemui Radar Lombok belum lama ini.

BACA JUGA: Ritual Unik Para Peziarah Makam Loang Baloq

Sebagai penyanyi kampung, tentu banyak hambatan dan tantangannya. Apalagi motivasi utamanya bernyanyi adalah untuk membangu ekonomi keluarga. Tidak jarang ia menerima cemoohan dan cibiran. Di awal-awal jadi penyanyi jalanan, ia belum punya sepeda motor. Jadi ketika ada undangan terpaksa nunggu jemputan. “ Sering dianggap perempuan yang nggak-nggak. Tapi kan niat saya tulus bantu kedua orang tua. Saya tidak hiraukan apa kata mereka. Yang penting niat saja mau mencari rezeki buat keluarga, “ ungkapnya.

Kini ekonomi keluarganya mulai berubah. Bayarannya bernyanyi pun ada peningkatan. Sekarang ini bisa Rp 150 ribu per satu kali undangan. Ia bersyukur dengan karunia ini. Nana tercatat pernah menikah saat berusia 18 tahun namun rumah tangganya kandas.” Tentu kegagalan itu menjadi pelajaran yang sangat penting untuk saya pribadi, agar tidak menilai pernikahan itu hanya berbicara tentang cinta dan perasaan, namun bagiamana setelah nikah itu jangan gara-gara persoalan ekonomi kita jadi berpisah,” ungkapnya.(*)