Mengenal Masbuhin, Petani Pemakai Sistem Hidroponik di Mataram

hidroponik
HIDROPONIK: Masbuhin menunjukkan tanaman dengan sistem hidroponik di rumahnya kemarin.

Makin sempitnya areal pertanian di Kota Mataram memaksa para petani mengembangkan sistem tanam mereka supaya lahan yang sempit tetap bisa memberikan keuntungan besar. Itulah yang dilakukan Masbuhin, salah satu petani Kota Mataram. Ia memakai sistem hidroponik.


SUDIRMAN – MATARAM


Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Masbuhin bisa mendapat puluhan juta per bulan dari model bertani yang digelutinya di rumahnya di Jalan Jenderal Sudirman Gang Belitung Nomor 2 Rembige.

Saat ditemui kemarin, ia menuturkan bahwa ia memulai usahanya bermodalkan Rp 1,5 juta. Lahan yang ia kelola tidak lebih dari 2 are. Ia melakoni cara bertani hidroponik. Bermacam sayuran ada di halaman rumahnya mulai sayur-sayuran hingga buah-buahan. Bahannya sederhana, berbahan pipa ukuran 4 meter yang dialiri air.

[postingan number=5 tag=”boks”]

Ia melakoni dunia pertanian meski dasar keilmuannya adalah politik. Ia belajar secara otodidak melalui banyak membaca di situs internet.

Salah satu tanaman khas Kota Mataram yang mau dibangkitkannya adalah kangkung. Selama ini kangkung semakin sulit ditemukan di Kota Mataram lantaran areal tanam yang makin sempit.” Lewat  sistem hidroponik, tanaman sehat dan higienis,” ungkapnya.

Karena kesuksesannya bertani,  Masbuhin kerap diundang untuk memberikan penyuluhan serta bertukar pengalaman cara bertani melalui hidroponik. Dia menjelaskan, saat ini memiliki ratusan lubang tanam kangkung hidroponik serta salada, sayur bayam yang akan dipanen dalam minggu ini.

Pilihan Masbuhin bercocok tanam lewat hidroponik lantaran dinilai sangat prospektif dan menghasilkan sayur yang lebih segar dengan masa panen lebih cepat dari cara konvensional. “ Urban farming memanfaatkan lahan minimal di perkotaan, sehingga kebutuhan sayur bisa tercukupi minimal untuk kebutuhan keluarga,” katanya.

Kebutuhan pasar selama ini masih kurang. Hasilnya, sudah merambah ke semua pasar tradisional di Kota Mataram dan minimarket.(*)