Mengenal Martha Innova Fajrin, Juara Festival Olahraga Dansa Internasional 2017

Mengenal Martha Innova Fajrin, Juara Festival Olahraga Dansa Internasional 2017
JUARA : Martha Innova Fajrin saat akan tampil dalam Lomba Internasional Dance Sport Festival (LIDSF)2017 belum lama ini. Dia berhasil menjadi juara. (MARTHA FOR RADAR LOMBOK )

Martha Inova Pajrin mengharumkan nama daerah ini di kancah internasional. Setelah tahun lalu berhasil menjadi juara di ajang yang berbeda, ia kini meraih juara di ajang Festival olahraga dansa internasional (LIDSF) 2017.


ZULFAHMI-MATARAM


Gadis 13 tahun ini saat ini masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD) 5 Mataram. Ia punya banyak prestasi. Prestasi yang paling menonjol adalah di bidang tari tradisional. Terbukti ia menjadi juara 1 di ajang internasional ini.

Ibunda Marta, Erick Stiowati, menceritakan, LIDSF dilaksanakan pada awal bulan Juli bertempat di Hotel Santosa dan Puri Mas Hotel Lombok Barat. Perlombaan diikuti sekitar 100 peserta

dari beberapa negara Asia. Indonesia sendiri diwakili oleh pedansa asal Lombok, dirinya, dan pedansa asal Kalimantan Timur. Martha sendiri turun di katagori yunior tarian tradisional artistik dan mampu keluar sebagai juara pertama.”Martha mampu mengalahkan peserta lainnya,” ungkap sang ibu bangga saat ditemui Radar Lombok.

Anak dari Pasangan Erick Stiowati dan Harianto yang tinggal di Pejeruk Ampenan ini memang jago menari.Sebelum mengantongi gelar juara satu internasional tarian tradisional, sekitar bulan April lalu Martha jadi juara 1 Wonderful Nusantara Dance Competition 2017.Saat ini ia juga sudah mengantongi tiket menuju gala show di Korea Selatan yang rencananya akan digelar pada bulan September  mendatang.

Sebenarnya audisi menuju gala show dilaksanakan pada bulan Februari, tetapi karena ada kendala penitia dan waktu yang berdekatan dengan pelaksanaan ujian sekolah, maka pelaksanaan ditunda sampai semua kegiatan sekolah tuntas.

Ia  menuturkan prestasi Martha dalam dunia tari semakin berkembang dari sejak usianya 3 tahun. Setiap ada lomba ia selalu ikut. Tahun 2014 dalam lomba menari Internasional Martha mendapat juara harapan, sementara tahun 2015 posisi marta naik menjadi juara 3 dan pada tahun 2016 ini Martha bisa menyabet juara 1.

Banyak jenis tarian daerah yang sudah dikuasainya seperti tarian asal Lombok dan Bali.Awalnya Martha hanya tampil dan berlomba di tingkat lokal saja. Agar tidak hanya jago kandang, orang tuanya nekat mendaftarkannya di ajang-ajang yang lebih tinggi. Misalnya ia diikutkan dalam ajang Swara Budaya Anak Indonesia yang misinya adalah pertukaran budaya antar negara. Setelah itu perhatian dari pihak sekolah semakin besar.(*)