Mengenal Lebih Dekat Dua Pecatur Cilik Berprestasi Asal Lombok Timur

Pernah Wakili Indonesia ke Mongolia

Mengenal Lebih Dekat Dua Pecatur Cilik Berprestasi Asal Lombok Timur
PECATUR: Kapolres Lotim, AKBP Muhammad Eka Fathurrahman, foto bersama para pecatur cilik asal Lotim yang berprestasi. Bahkan salah satu diantaranya pernah mewakili Indonesia, bermain catur ke Mongolia. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

Permainan catur di Indonesia umumnya hanya dimainkan oleh orang dewasa. Namun ternyata, banyak penelitian yang membuktikan, bahwa catur memiliki banyak manfaat jika dimainkan oleh anak-anak. Bahkan catur dinyatakan dapat meningkatkan kecerdasan anak.


JANWARI IRWAN – LOTIM


KABUPATEN Lombok Timur (Lotim), juga memiliki dua pemain catur anak-anak yang berprestasi. Pertama adalah Muhammad Alpha Ivan Nafis, (8 tahun), bintang catur asal Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, ini bercita-cita menjadi grand master.

Perkenalannya dengan dunia catur tergolong unik, yakni saat masih berusia 6 tahun. Dimana dia melihat orang yang sedang bermain catur di kampung halamannya, dan kemudian dikenalkan oleh orang tuanya.

Dengan rasa penasaran, murid yang masih duduk di bangku kelas 2 SD ini meminta kepada sang bapak untuk dibelikan catur, yang kemudian memulai main dengan arahan dari orang tua yang juga hoby main catur.

BACA JUGA :  Cerita Wakil NTB Pada Lomba Mendongeng Tingkat Nasional

Setelah beberapa menit mendapatkan arahan, justeru orang tuanya yang dibuat kaget setelah melihat anaknya bisa bermain catur dengan langkah-langkah yang benar. Meskipun saat itu dia masih kalah main catur melawan sang bapak. “Anak ini pada saat saya kenalkan dia senang, dan apa yang kita ajari itu dengan mudah dia pahami,” kata Saiful Fahmi, sang ayah.

Setelah beberapa lama bermain catur, kemudian dia bertemu dengan seorang teman, yang mengajaknya untuk ikut belajar ke salah satu master catur di Lotim. Dimana pada saat hari pertama bertemu, dia pun langsung diberikan problem oleh sang master catur, dan ternyata juga dengan mudah dia pecahkan. ”Dari sejak itu saya tiap hari mengantar Ivan untuk belajar,” jelas Saiful.

Disampaikan, dalam seminggu Ivan sendiri belajar main catur sebanyak 3 kali, dan ini sudah berjalan selama 1 tahun lebih. ”Selama dia (Ivan, red) berlatih belum pernah mengeluh, dan dia jalani latihan maupun lomba dengan semangat,” jelasnya.

Selama menggeluti olah raga catur ini sambungnya, berbagai prestasi pernah diraih oleh Ivan, mulai dari menjadi juara tingkat kabupaten, juara satu di Sumbawa Cup, bahkan mengalahkan semua peserta di Kota Sumbawa Besar. Selain itu, waktu perlombaan di Kecamatan Alas, Sumbawa, Ivan juga berhasil meraih juara 1, dan saat ini sudah mulai mengikuti turnamen catur yang digelar untuk umum.

“Kalau ada lomba catur untuk umum, Ivan selalu ikut, dan kekalahannya itu dia jadikan sebagai pembelajaran untuk terus maju. Sementara kalau untuk tingkat anak sudah tidak diragukan lagi,” ujar Saiful.

Sementara itu, Ivan sendiri mengaku ingin menjadi pemain catur yang handal, dan mampu tembus kejuaraan internasional, sehingga  dapat mengharumkan nama NTB ke kancah yang lebih tinggi. Seperti salah satu seniornya yang sudah mampu tembus ke Negara Mongolia. ”Saya berharap bisa bertanding di luar negeri dan menjadi pemain yang handal,” akunya saat mengikuti lomba catur di Polres Lotim.

Selain belajar dari pengalaman pada sang master katanya, dia juga belajar melalui buku-buku permainan catur yang dibelikan sang bapak, yang tidak menggunakan notasi. Sehingga dengan cepat membaca arah-arah catur. ”Selain baca buku catur, saya juga tentunya baca buku pembelajaran sekolah, yang merupakan kewajiban saya. Catur hanya hobi,” akunya.

BACA JUGA :  Mengintip Perjuangan Masyarakat Jangkeh Jawe Dapatkan Pengakuan

Untuk di sekolah, Ivan ternyata tak hanya dikenal sebagai anak yang pandai dalam bermain catur saja. Namun dia juga dikenal kecerdasannya dalam pembelajaran, sehingga selalu menjadi juara kelas. ”Alhamdulillah di sekolah saya juga mendapat juara 1, dan ini merupakan suatu anugerah bagi kami yang harus saya kembangkan,” akunya.

Sementara itu, Bani Madia Alsuras, pecatur cilik lainnya, asal Labuhan Haji, yang pernah mewakili Indonesia ke negara Mongolia dalam lomba catur tahun 2016 lalu, mengatakan, bahwa meskipun saat itu dia kalah, namun banyak pembelajaran sekaligus pengalaman yang berhasil dia petik. ”Alhamdulillah saya bisa menjadi utusan Indonesia ke Mongolia, meskipun saya kalah,” kata anak yang saat ini duduk di bangku kelas 8 di SMPN 2 Labuhan Haji ini.

Sebelum menjadi utusan Indonesia ke Mongolia, dia sebelumnya bertanding di Makasar. Dan setelah berhasil juara, maka Alsuras kemudian mendapatkan kesempatan mewakili Indonesia berangkat ke Mongolia, bertanding melawan pecatur-pecatur dunia. “Waktu di Mongolia itu saya bertemu dengan pecatur dari Vietnam, Australia, Cina, dan Singapura, meski tidak dapat juara,” akunya.

Sedangkan Kapolres Lotim, AKPB Muhammad Eka Fathurrahman, mengaku bangga dengan adanya pecatur cilik yang mengikuti lomba yang digelar oleh Polres Lotim. Menurutnya, pecatur cilik ini merupakan salah satu aset berharga yang dimiliki Lotim khususnya, dan NTB umumnya, yang tentu harus tetap dibina.

“Jadi saya nantinya akan berikan pertandingan yang lebih kepada pecatur junior ini, untuk mengasah kemampuan dan membuat bibit-bibit pecatur kedepannya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Mengenal Komunitas Hape Djadoel Lombok (HJL)

Kapolres menyampaikan, lomba catur yang di gelar di Mapolres Lotim ini sebagai bentuk ajang silaturrahmi, sekaligus menjaga Kamtibmas. “Ini juga sebagai bentuk kepedulian kita terhadap olahraga, baik sepak bola, maupun olahraga catur. Lomba catur ini merupakan kegiatan yang sekian kalinya kami gelar selama bertugas di Lotim, jelas Eka.

Disampaikan, lomba catur dan olah raga lainnya juga digelar di semua kecamatan di Lotim. Tujuannya untuk menghindari kegiatan-kegiatan negatif yang sering dilakukan oleh masyarakat, terutama pemuda. ”Dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini, maka secara otomatis kegiatan buruk pemuda akan berkurang, dan mereka akan membiasakan diri dalam berolahraga. Ini akan terus kita lakukan,” pungkas Eka. (*)